Kala Mantan Bek Premier League Jadi Sosok Pembimbing di Como 1907

Serie A, Liga Italia, Como 1907, Diego Carlos, Kala Mantan Bek Premier League Jadi Sosok Pembimbing di Como 1907

Atalanta dan Como 1907 harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 pada laga lanjutan Serie A 2025-2026 yang digelar di Stadion Gewiss, Sabtu (4/10/2025) waktu setempat atau Minggu (5/10/2025) dini hari WIB.

Atalanta membuka keunggulan lebih dulu melalui gol cepat Lazar Samardzic pada menit keenam.

Namun, Como berhasil menyamakan kedudukan lewat Maxime Perrone pada menit ke-19. Hasil ini membuat kedua tim tetap berada di papan tengah klasemen sementara Serie A.

Bagi Como, hasil imbang ini menjadi catatan positif lain dalam laju stabil mereka di bawah asuhan Cesc Fabregas.

Di balik capaian tersebut, ada sosok yang mulai mencuri perhatian publik Italia—bek asal Brasil, Diego Carlos, yang kini menjadi fondasi utama di lini pertahanan Como.

Carlos bahkan terpilih menjadi Man of the Match alias pemain terbaik pertandingan melawan Atalanta.

Ia memang tampil luar biasa di Stadion Gewiss dengan mencatatkan total 19 kontribusi bertahan, terdiri dari 14 sapuan bola, 3 blok, dan 2 tekel.

Pemimpin Tenang di Lini Belakang

Musim ini menjadi perdana bagi Diego Carlos di Serie A setelah ia dipinjamkan dari kubu Turkiye, Fenerbahce.

Meski baru bergabung, pemain kelahiran 1993 itu menunjukkan nilai penuh dari pengalaman yang ia bawa dari masa-masa bermain di Fenerbahce dan Aston Villa.

Dalam tiga pertandingan terakhir, ia selalu tampil penuh selama 90 menit dan menjadi figur penting dalam organisasi pertahanan tim.

Beberapa kali intervensinya di area berbahaya mencegah Atalanta menambah gol.

Salah satu aksi bertahannya terhadap peluang Ademola Lookman bahkan dianggap krusial karena memastikan Como pulang dengan satu poin.

Sejak kedatangannya ke Italia, Diego Carlos memang tak langsung menjadi starter.

Namun, proses adaptasi cepat dan etos belajarnya di awal musim kini berbuah kepercayaan penuh dari Fabregas untuk menjadi andalan di jantung pertahanan.

Fondasi Baru untuk Fabregas dan Como

Konsistensi menjadi nilai utama dari kontribusi Diego Carlos.

Tiga laga penuh dengan performa stabil membuat kehadirannya di lini belakang terasa vital.

Ia membawa kecerdasan membaca permainan, ketenangan dalam situasi tekanan, serta sikap kepemimpinan yang menular ke pemain muda Como, termasuk eks Real Madrid Jacobo Ramon di lini tengah pertahanan.

Pertahanan Como yang musim lalu kerap goyah di babak kedua kini jauh lebih solid dan terorganisasi.

Stabilitas itu banyak datang dari sosok sang nomor 34 asal Brasil.

Media Italia, Tuttomercatoweb menggambarkan bagaimana sang pemain memimpin tanpa banyak bicara, tetapi memberi contoh langsung di lapangan—baik dalam penempatan posisi maupun disiplin menjaga area pertahanan.

Fabregas kini memiliki figur panutan yang memberi keseimbangan bagi skuad muda Como.

Jika Como mampu menahan tim kuat seperti Atalanta di kandangnya sendiri, sebagian besar keberhasilan itu lahir dari kaki dan ketenangan seorang Diego Carlos, pemain yang pelan tapi pasti menjelma menjadi jantung pertahanan baru klub promosi Serie A tersebut.