Kisah Santri Selamat Ponpes Al-Khoziny: Ada Batu Jatuh, Lalu Goyangan Seperti Gempa

sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, Mushala Ambruk, santri al khoziny, Mushala Al-Khoziny, ponpes al khozini roboh, Kisah Santri Selamat Ponpes Al-Khoziny: Ada Batu Jatuh, Lalu Goyangan Seperti Gempa

Ambruknya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025), meninggalkan kisah memilukan bagi para santri.

Salah satunya dialami M Ali Zainal Abidin (18), yang berhasil selamat meski sempat tak sadarkan diri.

Zainal mengisahkan, sore itu ia bersama teman-temannya sedang menunaikan shalat ashar berjemaah di lantai dasar bangunan tiga lantai tersebut.

Ia berdiri di barisan ke-17, tidak jauh dari posisi imam.

“Saya shaft ke-17 kalau enggak salah, tengah-tengah. Posisinya sebelah pinggir, iya seingat saya kanannya imam,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Awalnya, suasana shalat berlangsung khidmat. Namun, ketika memasuki rakaat kedua, Zainal mulai merasakan kejanggalan.

“Pertama ada batu-batu yang jatuh, enggak lama ada goyangan seperti gempa. Habis itu sudah enggak ingat lagi soalnya posisinya sudah enggak sadar,” tuturnya.

Zainal akhirnya tersadar ketika sudah berada di RSUD RT Notopuro. Ia merasakan pusing hebat di kepala dan nyeri di bagian punggung hingga tulang ekor.

“Itu kepala rasanya pusing, bisa berjalan tapi agak sakit di sekitar punggung sampai tulang ekor, katanya juga kena gegar otak ringan. Tapi sudah enak cuman masih belum bisa jalan,” katanya.

Meski selamat, Zainal mengaku tidak mengetahui pasti berapa jumlah santri yang ikut shalat berjemaah kala itu, karena sebagian teman ada yang beristirahat atau bekerja.

Data Korban di RSUD RT Notopuro

RSUD RT Notopuro menerima total 45 korban dari ambruknya Ponpes Al-Khoziny. Dari jumlah itu, 13 orang masih menjalani perawatan, 30 orang sudah dipulangkan, dan 2 orang meninggal dunia.

Hingga Selasa (30/9/2025) malam, BNPB mencatat masih ada 91 santri diduga tertimbun reruntuhan.

Sebanyak 332 personel SAR diterjunkan ke lokasi.

Tim penyelamat bahkan berhasil mendeteksi enam korban dalam kondisi hidup di balik reruntuhan, lalu menyalurkan makanan dan minuman melalui celah bangunan.