Tidak Kaget, Neville Sebut Pemecatan Ruben Amorim Cerminan Buruk Manchester United

Legenda Manchester United, Gary Neville dan Ryan Giggs
Legenda Manchester United, Gary Neville dan Ryan Giggs

 Pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United memicu respons luas, termasuk dari legenda klub Gary Neville. Mantan bek kanan Setan Merah itu mengaku tidak terkejut dengan keputusan manajemen, meski tetap menilai kepergian Amorim terjadi jauh lebih cepat dari perkiraannya.

Neville mengatakan bahwa pemecatan Amorim adalah "cerminan buruk" bagi semua orang di klub tersebut.

“Artinya, ini tidak berhasil, artinya pengambilan keputusan selama ini tidak sukses,” kata Neville dikutip dari X Sky Sports.

"Terutama ketika Anda memecat seorang manajer di tengah musim, sangat sulit untuk mendapatkan pengganti yang memadai,” sambungnya.

Manajer Manchester United, Ruben Amorim

Amorim didepak menyusul pernyataan kontroversialnya setelah setelah hasil imbang 1-1 atas Leeds United di Liga Inggris 2025/26 pada Minggu 4 Januari 2026.

Neville mengaku terkejut mendengar kabar pemecatan itu pada Senin pagi, meski ia tidak sepenuhnya kaget Amorim akan didepak. Menurutnya, situasi internal klub kemungkinan telah berkembang sangat sulit hingga manajemen memilih bertindak cepat.

Dalam pandangan Neville, performa United beberapa pekan terakhir memang mengkhawatirkan. Ia menyoroti sejumlah laga yang dinilai jauh dari standar, termasuk pertandingan melawan Wolves yang disebutnya sebagai titik krusial.

Secara statistik, Amorim mencatatkan persentase kemenangan terendah di antara para pelatih Manchester United sejak era Sir Alex Ferguson berakhir lebih dari satu dekade lalu. Konsistensinya mempertahankan formasi 3-4-2-1 dinilai menjadi salah satu faktor utama kegagalannya.

"Saya pikir Manchester United akan beradaptasi jauh lebih baik dengan formasi tiga bek daripada yang mereka lakukan," lanjut Neville.

"Saya benar-benar terkejut bahwa selama masa kepemimpinan Ruben Amorim di klub ini, mereka terus bermain sangat buruk dalam sistem tersebut,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa sistem itu menuntut peran yang sangat spesifik, mulai dari bek sayap hingga gelandang serang di belakang penyerang tengah. Ketidaksiapan skuad dalam menjalankan peran-peran tersebut dinilai sebagai kegagalan bersama antara pelatih, pemain, dan klub, terutama dalam hal rekrutmen.

Neville kemudian membandingkan Amorim dengan para pendahulunya seperti Louis van Gaal, Jose Mourinho, David Moyes, hingga Erik ten Hag. Menurutnya, masing-masing membawa filosofi berbeda, tetapi gaya Amorim dinilai paling jauh dari karakter tradisional Manchester United.

Legenda United itu menegaskan bahwa eksperimen berkepanjangan dengan berbagai gaya bermain seharusnya dihentikan. Ia menilai klub perlu kembali pada identitas yang selama ini melekat.

Neville mengingatkan bahwa Manchester United dikenal dengan sepak bola menyerang, berani, menghibur, serta memberi ruang bagi pemain muda. Ia menilai klub harus menunjuk pelatih berpengalaman yang bersedia mengusung sepak bola cepat, agresif, dan ofensif, selaras dengan DNA klub.