Ruben Amorim Ribut dengan Petinggi Manchester United
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, kini berada di bawah sorotan tajam internal klub. Direktur olahraga Setan Merah, Jason Wilcox, disebut meminta Amorim segera lebih fleksibel secara taktik jika ingin mempertahankan posisinya di Old Trafford.
Musim ini berjalan naik-turun bagi Manchester United. Meski sesekali memperlihatkan performa menjanjikan, Bruno Fernandes dkk juga kerap menelan hasil buruk yang sulit diterima publik Old Trafford.
Amorim sudah lebih dari satu tahun menangani United, namun permainan tim dinilai belum mencerminkan standar klub sebesar Manchester United.
Masalah utama Amorim terletak pada keras kepala dalam pendekatan taktik. Pelatih asal Portugal itu cenderung mempertahankan satu sistem permainan, meski mendapat tekanan dari fans dan pengamat untuk melakukan perubahan. Dalam beberapa pekan terakhir, Amorim sempat mengubah skema dan hasilnya cukup positif, namun keputusan kembali ke sistem lama justru membuat performa tim kembali menurun.
Jika ingin menyelamatkan kariernya di Manchester United dan membawa tim bersaing hingga akhir musim, Amorim tak punya pilihan selain melakukan perubahan besar. Sejauh ini, ia belum menunjukkan kemampuan beradaptasi secara taktik ketika tim mengalami kesulitan di lapangan.
Laporan GIVEMESPORT, menyebutkan bahwa hubungan Amorim dengan Jason Wilcox mulai memanas. Salah satu penyebabnya adalah keinginan Wilcox agar Amorim lebih adaptif dalam pendekatan permainan. Di sisi lain, Amorim juga kecewa karena aktivitas transfer klub dinilai tidak sesuai ekspektasinya.
Namun, fokus utama seharusnya bukan bursa transfer, melainkan performa di lapangan. Amorim saat ini sudah berada dalam tekanan besar, dan memperkeruh hubungan dengan jajaran petinggi klub jelas bukan langkah bijak.
Situasi makin rumit setelah Amorim melontarkan pernyataan kontroversial kepada media. Meski secara resmi berstatus sebagai head coach sejak ditunjuk pada 2024, Amorim menegaskan dirinya adalah manajer penuh, bukan sekadar pelatih kepala.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan hanya head coach. Nama saya memang bukan Conte, Tuchel, atau Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United,” ujar Amorim.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak berniat mundur, meski mengakui masa depannya bisa berakhir dalam 18 bulan jika dewan klub menginginkan perubahan.
Pernyataan tersebut dinilai memperkeruh suasana internal klub. Atmosfer di Manchester United disebut tengah dingin, dan komentar-komentar Amorim di ruang publik justru membuat posisinya semakin rentan.
Jika tak segera berubah — baik dari sisi taktik maupun komunikasi — masa depan Ruben Amorim di Old Trafford bisa berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan