Suara Legenda Malaysia, Safee Sali: Semua Negeri Jiran Mulai Risau!
Legenda timnas Malaysia, Safee Sali gusar dengan kabar yang beredar di dunia sepak bola negeri jiran.
Safee Sali ikut menyoroti kabar Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain timnas Malaysia mendapat sanksi dari FIFA.
Lewat unggahan di sosial media pribadinya, Safee Sali menilai banyak negara tetangga Malaysia yang mulai gelisah dengan perkembangan tim Harimau Malaya.
Safee Sali meminta agar para pemain timnas Malaysia terus melangkah dan tidak terpengaruh dengan isu yang ada.
"Pandangan saya, semua negara tetangga sudah mulai risau dengan kehebatan tim Harimau Malaya kita. Sekarang ini peluang pemain-pemain lain untuk melangkah terus dan mengambil peluang, serta meneruskan momentum tim kita," tulis Safee Sali.
Selain itu, Safee Sali mengajak seluruh pihak agar bersatu memberikan dukungan kepada pemain timnas Malaysia.
Ia merasa keberatan dengan beberapa orang yang justru menghujat dan mempermasalahkan sanksi yang diberikan FIFA kepada sepak bola Malaysia.
"Sebagai rakyat Malaysia dan mantan pemain timnas (Malaysia), inilah waktunya kita bersatu untuk terus memberikan dukungan kepada pemain timnas."
"Apa yang sudah berlalu biarlah berlalu, kini kita harus memandang ke depan tanpa mencari salah siapa atau saling tunjuk."
"Kalau saat menang kita bersorak bersama, maka saat menghadapi dugaan seperti ini, kita perlu tampil dengan dukungan yang lebih kuat dan tidak terpecah belah. Tim Harimau Malaya adalah kebanggaan kita," sambungnya.
Safee Sali: Jangan Jadi Hakim!
Mantan pemain Pelita Jaya itu juga mengkritik para penggemar sepak bola Malaysia yang justru mengecam negaranya sendiri tanpa menunggu fakta yang ada.
"FIFA baru memberikan pernyataan sedikit, sudah banyak yang mengecam negara sendiri. Seakan tidak sabar menunggu fakta sepenuhnya."
"Orang dituduh membunuh pun masih diberi kesmepatan membela diri. Ini belum tentu salah, tapi sudah banyak yang menjadi hakim dan juri."
Safee meminta agar para penggemar tidak saling menuduh dan menunjuk tanpa bukti serta berusaha untuk menahan diri.
"Jika negara kita dituduh, sepatutnya kita bersatu hati, bukannya saling tuduh menuduh. Berdiri teguh dulu, baru nilai dengan akal, bukan emosi," ucap Safee Sali.
Komentar Menpora Malaysia
Sanksi FIFA terhadap FAM ikut mendapat tanggapan serius dari Menteri Belia dan Sukan Malaysia (Menpora), YB Hannah Yeoh.
Lewat unggahan di Instagram Story, Menpora Hannah menegaskan bahwa kementeriannya akan terus memantau proses hukum yang ditempuh FAM.
Menurutnya, kasus ini bukan hanya menyangkut ketujuh pemain yang terlibat, tetapi juga berimplikasi langsung pada kehormatan tim nasional Malaysia secara keseluruhan.
Hannah Yeoh meminta agar FAM segera melengkapi proses banding di tingkat FIFA maupun jalur perundangan internasional.
Menurutnya, penyelesaian kasus ini harus dijalankan secara menyeluruh dan tuntas.
“Prioritas utama FAM saat ini adalah menyelesaikan proses banding hukum FIFA dan internasional hingga tuntas sepenuhnya. Dampak dari masalah ini tidak hanya melibatkan ketujuh pemain, tetapi juga seluruh tim nasional kami,” ujar Hannah.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain warisan Malaysia karena dinilai menggunakan dokumen yang dipalsukan.
Ketujuh pemain itu adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garces, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Mereka dijatuhi hukuman larangan bermain selama 12 bulan dari semua aktivitas sepak bola serta denda sebesar 2.000 franc Swiss per pemain.
Sementara itu, FAM juga dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar 7,3 miliar rupiah karena dianggap mengajukan dokumen palsu yang memungkinkan para pemain tampil dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027, termasuk kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.