PSSI Tak Berdaya Hadapi Sanksi FIFA Thom haye dan Shayne Pattynama
PSSI tak punya ruang gerak untuk melawan hukuman FIFA terhadap dua pemain Timnas Indonesia, Thom Haye dan Shayne Pattynama. Kini, badai sanksi itu bahkan bisa menyeret manajer tim, Sumardji.
Sumardji menegaskan bahwa keputusan Komite Disiplin FIFA bersifat final dan tak bisa diganggu gugat. Menurutnya, PSSI sudah menanyakan kemungkinan banding, namun jawabannya tetap sama: hukuman tidak bisa dibuka ulang.
"Sanksi dari Komite Disiplin (FIFA) itu sudah mengikat dan final. Kami sudah tidak bisa lagi melakukan banding dan lain sebagainya. Kami sudah komunikasikan, tim dari PSSI sudah menanyakan tentang sanksi itu," ujar Sumardji.
Dengan situasi seperti itu, ia menilai satu-satunya pilihan adalah menjalani keputusan tersebut. "Ya, sudah, kami jalani saja. Mau bagaimana lagi? Namanya juga sanksi yang memang harus kita jalani. Saya kira itu," tuturnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Namun masalah tak berhenti sampai di situ. Sumardji mengungkapkan FIFA akan menggelar sidang lanjutan, dan dirinya termasuk yang berpotensi ikut dijatuhi hukuman.
"Mungkin juga saya [terkena sanksi]. Besok, kalau tidak salah sidangnya. Kalau tidak salah, ya. Kami akan tunggu hasilnya," ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI itu.
Sebelumnya, Haye dan Shayne mendapat sanksi berat pada 5 November. Keduanya dilarang tampil dalam empat laga internasional beruntun dan masing-masing diganjar denda 5.000 franc Swiss atau sekitar Rp103 juta. Total, PSSI harus membayar sekitar Rp206 juta.
Hukuman itu dijatuhkan karena keduanya dinilai melakukan tindakan tidak sportif terhadap lawan dan ofisial saat Indonesia kalah 0-1 dari Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, 11 Oktober 2025. Laga panas tersebut juga membuat dua pemain itu serta Sumardji menerima kartu merah.
Belum selesai, FIFA menambah hukuman kepada PSSI berupa denda 50 ribu franc Swiss atau sekitar Rp1,03 miliar karena pelanggaran keamanan dan ketertiban.
Kini, federasi sepak bola nasional tinggal menunggu babak berikutnya: keputusan sidang FIFA yang bisa menentukan nasib Sumardji.