Top 5+ Fakta Viral Cium Kening Mahasiswa Baru Unsri, BEM Buka Hotline Pengaduan

Ogan Ilir, Unsri, unsri indralaya, universitas sriwijaya, aksi cium kening, cium kening unsri, cium kening maba unsri, perpeloncoan mahasiswa baru Unsri, Himateta Unsri dibekukan, Fakultas Pertanian Unsri, PKKMB Unsri, 5 Fakta Viral Cium Kening Mahasiswa Baru Unsri, BEM Buka Hotline Pengaduan, 1. Himateta Unsri Dibekukan Satu Tahun, 2. Satgas PPKPT Lakukan Investigasi, 3. Klarifikasi Unsri: Kegiatan Resmi Sudah Selesai, 4. BEM Unsri Buka Hotline Pengaduan, 5. Pemeriksaan 15-20 Mahasiswa

Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan membekukan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta), Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) , buntut viralnya video dugaan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru (Maba) di kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam video yang tersebar di media sosial Instagram, terlihat sejumlah mahasiswa baru dipaksa saling mencium kening sesama mahasiswa, sementara para senior tertawa terbahak-bahak menyaksikan aksi tersebut.

Kasus ini menimbulkan kecaman luas hingga mendorong pihak kampus menjatuhkan sanksi tegas.

Berikut 5 fakta terkait kasus perpeloncoan mahasiswa baru Unsri:

1. Himateta Unsri Dibekukan Satu Tahun

Sekretaris Universitas Sriwijaya, Alifitri, menegaskan pihak kampus membekukan Himateta selama satu tahun.

“Atas kejadian tersebut, Himateta dibekukan sementara untuk satu tahun ke depan. Kemudian, ketua angkatan 2023, serta ketua dan anggota panitia pelaksana kegiatan tersebut akan dipanggil,” ujar Alifitri, Selasa (23/9/2025).

Ia menyebut, keputusan ini merujuk pada Surat Edaran Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025 tentang pelaksanaan PKKMB Unsri Tahun Akademik 2025/2026, yang secara tegas melarang perundungan, perpeloncoan, hingga pelecehan seksual di lingkungan kampus.

2. Satgas PPKPT Lakukan Investigasi

Unsri membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang diketuai Nesya Angru Adisti dengan 13 anggota. Satgas ini bertugas menginvestigasi kasus tersebut.

“Jika terjadi pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Sriwijaya,” kata Alifitri.

Bahkan, ia menegaskan kemungkinan sanksi pemecatan mahasiswa yang terbukti memerintahkan atau terlibat langsung dalam perpeloncoan.

“Kalau pelanggaran berat, bisa saja mahasiswa dipecat, tetapi ini keputusan rektor,” imbuhnya.

3. Klarifikasi Unsri: Kegiatan Resmi Sudah Selesai

Ogan Ilir, Unsri, unsri indralaya, universitas sriwijaya, aksi cium kening, cium kening unsri, cium kening maba unsri, perpeloncoan mahasiswa baru Unsri, Himateta Unsri dibekukan, Fakultas Pertanian Unsri, PKKMB Unsri, 5 Fakta Viral Cium Kening Mahasiswa Baru Unsri, BEM Buka Hotline Pengaduan, 1. Himateta Unsri Dibekukan Satu Tahun, 2. Satgas PPKPT Lakukan Investigasi, 3. Klarifikasi Unsri: Kegiatan Resmi Sudah Selesai, 4. BEM Unsri Buka Hotline Pengaduan, 5. Pemeriksaan 15-20 Mahasiswa

Sekretaris Universitas Sriwijaya Prof Dr Alfitri Msi memberikan keterangan dalam jumpa pers terkait video viral mahasiswa Fakultas Pertanian Unsri

Alifitri menjelaskan, kejadian dalam video bukan bagian dari agenda resmi PKKMB, melainkan berlangsung setelah kegiatan Tekper Cleaning berakhir.

“Harus kami jelaskan bahwa itu bukan perpeloncoan resmi. Kegiatan Tekper Cleaning diawasi pembina. Namun, saat kegiatan resmi selesai dan pembina keluar, peristiwa itu terjadi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

“Kami akan lebih meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Senior sudah kami wanti-wanti agar tidak melakukan perundungan karena itu mengganggu privasi mahasiswa,” ucapnya.

4. BEM Unsri Buka Hotline Pengaduan

Menindaklanjuti kasus ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri membuka hotline pengaduan untuk mendata jumlah korban perpeloncoan.

“Hotline ini dibuat agar korban bisa melapor. Kami siapkan pendampingan, termasuk konseling, bahkan sampai ranah hukum sesuai aturan,” kata Ketua BEM Unsri, Pasha Fazillah Afap.

BEM juga menuntut agar pihak kampus memberikan perlindungan dan pemulihan psikis bagi korban.

“Kami berharap pimpinan Unsri segera mengambil langkah nyata dalam mencegah kekerasan agar tidak terulang,” tegas Pasha.

5. Pemeriksaan 15-20 Mahasiswa

Pembantu Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Fakultas Pertanian Unsri, Herpandi, mengatakan Satgas sudah memeriksa 15 hingga 20 mahasiswa, baik dari panitia maupun mahasiswa baru.

“Sejak jam 9 pagi sudah dilakukan pemeriksaan, kami serahkan semua ke satgas,” kata Herpandi.

Ia menolak anggapan bahwa fakultas lalai. Menurutnya, setiap kegiatan selalu dibuat surat tugas resmi.

“Kelalaiannya adalah kejadian itu berlangsung pukul 15.30 WIB setelah acara resmi selesai,” ungkapnya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan "Mahasiswa Baru Dipaksa Cium Kening, BEM Unsri Siapkan Pengaduan Korban Perpeloncoan" 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.