Kisah Rafael Leao Nyaris ke Inter, Gabung AC Milan Usai Telepon Maldini

Paolo Maldini, Liga Italia, Milan, Scudetto, Rafael Leao, serie a, inter milan, AC Milan, Kisah Rafael Leao Nyaris ke Inter, Gabung AC Milan Usai Telepon Maldini

Bintang AC Milan, Rafael Leao, mengenang kembali momen ketika ia hampir dijual dan bergabung dengan rival sekota, Inter Milan.

Kisah ini terjadi pada tahun 2019, saat Rafael Leao menunjukkan performa cemerlang bersama Lille dengan mencetak delapan gol dan memberikan dua assist dari 26 pertandingan.

Karena penampilannya yang mengesankan, Inter Milan berusaha merekrutnya dengan tawaran yang menggiurkan.

Namun, Rafael Leao menolak kesempatan itu karena ingin tetap bertahan dan mengembangkan kemampuannya lebih lanjut di Lille.

"Saya hampir pindah ke Inter, gila sekali. Direktur olahraga di Lille memberi tahu saya, 'Rafa, kami mau jual Anda ke Inter,'" kata Leao mengenang, dikutip dari A Bola.

"Saya bilang, 'Tidak, saya sudah menjalani musim yang hebat, saya ingin bertahan setahun lagi untuk berkembang lebih baik lagi dan mendapatkan kepercayaan diri untuk tantangan berikutnya," tutur Leao juga menambahkan.

"Tapi dia bilang, 'Tidak, tidak, saya harus menjual Anda, ini kesempatan bagus untuk Anda dan kami, uangnya banyak.' Tapi saya bilang, 'Inter, tidak.'"

Setelah beberapa waktu menolak tawaran Inter dan menegaskan keinginannya untuk bertahan, Leao akhirnya mendapatkan tawaran dari AC Milan dan memutuskan untuk bergabung.

Paolo Maldini, Liga Italia, Milan, Scudetto, Rafael Leao, serie a, inter milan, AC Milan, Kisah Rafael Leao Nyaris ke Inter, Gabung AC Milan Usai Telepon Maldini

Ekspresi Paolo Maldini dalam laga Liga Italia 2022-2023 antara Empoli vs AC Milan di Stadion Carlo Castellani, 1 Oktober 2022. Pada 6 Juni 2023, AC Milan mengumumkan pemecatan Maldini dari posisi Direktur Teknik tim. Terkini, Maldini dikabarkan didekati PSG dan timnas Italia.

Pengaruh Paolo Maldini

Keputusan Leao untuk menerima tawaran Milan dipengaruhi oleh sosok Paolo Maldini yang saat itu menjabat sebagai direktur teknik klub.

"Satu, dua, tiga pekan berlalu, dan direktur olahraga menelepon saya lagi dan berkata, 'Milan tertarik padamu.' Saya jawab, 'Ya, Milan tertarik,'" ungkapnya.

"Dua hari kemudian, dia menelepon dan menghubungkan saya. Itu bukan panggilan biasa, melainkan panggilan video dan itu Paolo Maldini."

"Dia bilang, 'Anda harus datang, kami siap merekrut Anda.' Saya jawab, 'Saya terima, saya tidak bisa menolak'," ujar Leao mengisahkan.

Leao merasa bersyukur bisa bergabung dengan I Rossoneri setelah hampir menjadi bagian dari Inter.

Ia merasakan kehebatan klub ini saat menjalani pertandingan pertamanya di San Siro.

"Saya baru menyadari kehebatan klub ini ketika saya memainkan pertandingan kandang pertama saya. Luar biasa, stadionnya penuh. Saya pikir, ini gila," ujarnya.

Rasa kagum terhadap Milan semakin mendalam ketika ia meraih Scudetto pada musim 2021-2022.

"Juga ketika kami memenangkan scudetto. Itu adalah sesuatu yang harus dialami seorang pemain untuk memahami betapa pentingnya bermain untuk Milan," tambah Leao.

Leao bergabung dengan AC Milan pada musim panas 2019 dengan biaya hampir 50 juta euro (sekitar Rp 982 miliar). Dengan biaya yang besar ini, harapan tinggi pun dibebankan padanya.

Di dua musim pertamanya di Milan, Leao tidak tampil optimal lantaran hanya mencetak enam gol dan dua assist dari 33 laga.

Musim berikutnya, yakni 2020-2021 ia mengemas tujuh gol dan enam assist dari 40 laga.

Namun, ia berhasil memperbaiki catatan tersebut di musim ketiga dengan mencetak 14 gol dan 12 assist dari 42 pertandingan di semua ajang, serta membantu Milan meraih scudetto.

Saat ini, Leao telah memasuki musim ketujuhnya bersama Milan. Total, sang pemain asal Portugal mencatatkan 261 penampilan dengan kontribusi 71 gol dan 62 assist.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.