Pelatih Persib Ungkap Perbedaan Penting Level Asia dan Super League
Sebuah keistimewaan Persib Bandung punya tiga bek tengah dengan postur menjulang bak menara.
Federico Barba (Italia), Patricio Matricardi (Argentina), dan Julio Cesar (Brasil), dimainkan bersamaan di laga pertama Persib di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 melawan Lion City Sailors FC.
Pelatih Bojan Hodak memang sempat memaksimalkan formasi tiga bek sejajar di laga yang berkesudahan 1-1 pada Kamis (18/9/2025) silam di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu,
Sekitar pada menit ke-70, Barba yang dimainkan sejak awal di bek kiri, digeser ke posisi aslinya untuk memasang formasi 3-5-2.
Hodak mengatakan, caranya memaksimalkan tiga bek sejajar sebagai penyesuaian strategi dalam dinamika jalannya permainan.
“Karena lawan mulai bermain dengan dua striker jadi ketika mereka mulai bermain dua striker kita berubah menjadi tiga bek tengah, ini hal normal ini hal taktis,” paparnya.
Perbedaan Level Kompetisi Asia dan Liga Domestik
Gol balasan dari penyerang Lion City Sailors FC Lennart Thy menggagalkan kemenangan Persib Bandung pada laga pertama Grup G AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Kamis (18/9/2025) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Namun, Persib justru kebobolan pada menit-menit akhir hingga imbang rasa kalah dialami.
Bagi Hodak, level kompetisi di kancah Asia ACL 2 berbeda dengan liga domestik yang banyak ruang bisa dieksplorasi.
Pada level ACL 2, Persib tak bisa berlama-lama dengan bola dan harus konsentrasi penuh hingga peluit akhir pertandingan.
“Liga Champions adalah level yang berbeda. Mereka tidak memberikan waktu dan tidak memberikan ruang, ini adalah perbedaan antara tim di liga kami,” papar Hodak.
“Di liga, kami 15-20 menit terakhir ada banyak ruang, jadi dalam pertandingan ini tidak seperti itu, kedua tim cukup rapat sampai mungkin 10 menit terakhir” ucap Hodak menyebut kesalahan timnya.
satunya hal adalah kami turun terlalu dalam karena jika Anda membiarkan bola masuk kotak penalti maka Anda memberikan kesempatan lawan untuk mencetak gol,” jelasnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.