Dari Evaluasi ke Harapan, Proses Panjang Garuda Muda Menuju Level Asia

Kurniawan Dwi Yulianto, Dari Evaluasi ke Harapan, Proses Panjang Garuda Muda Menuju Level Asia

Perjalanan timnas u17 Indonesia menuju turnamen regional tidak selalu mulus. Hasil uji coba selama masa persiapan yang belum maksimal sempat menjadi sorotan. Namun, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mengutarakan bahwa angka di papan skor bukan satu-satunya ukuran.

Kurniawan Dwi Yulianto justru melihat sesuatu yang lebih dalam yaitu perkembangan mental dan cara bermain tim.

“Memang secara hasil kita tidak menang tetapi kembali lagi bahwa parameter kita, saya datang ketika menghadapi China dan ada progres yang sangat memuaskan bagi tim,” tuturnya kepada jurnalis termasuk Kompas.com.

"Terutama adalah mental bertanding kemudian bagaimana penguasaan bola juga dan ini menjdi poin yang perlu diapresiasi."

Cara Pandang Lebih Luas

Pernyataan Kurniawan menggambarkan cara pandang lebih luas. Ia tidak hanya membangun tim untuk menang hari ini, tetapi juga untuk siap bersaing di level lebih tinggi.

Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap kekurangan yang masih ada. Evaluasi dilakukan secara detail, terutama pada aspek paling krusial di level kompetisi Asia.

“Memang banyak juga evaluasi yang perlu ditingkatkan dan di perbaiki terutama masalah individual error, karena ketika berbicara di level Asia tentu kesalahan-kesalahan elementer tidak dapat dilakukan," kata Kurniawan DY. 

"Karena bisa menghasilkan gol dan secara statistik gol-gol yang bersarang di tim kita akibat kesalahan individual,” imbuhnya.

Kesalahan kecil, yang mungkin terlihat sepele, bisa berujung fatal ketika menghadapi tim-tim kuat.

Oleh karena itu, disiplin dan konsentrasi menjadi fokus utama dalam setiap sesi latihan.

Selain itu, efektivitas lini serang juga menjadi perhatian serius. Tim sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi belum cukup tajam dalam penyelesaian akhir.

“Tapi untuk attacking juga hal yang ditingkatkan karena kita mempunyai banyak hal peluang saat menghadapi Korea, India maupun Thailand. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus terus kita lakukan sebelum menghadapi tim-tim di ASEAN,” ujar mantan pelatih klub Liga Malaysia Sabah.

Kurniawan Dwi Yulianto, Dari Evaluasi ke Harapan, Proses Panjang Garuda Muda Menuju Level Asia

Jelang ASEAN U17 Championship 2026 Timnas U17 Indonesia menjalani latihan bersama di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026) malam.

Sehingga masalah ini menjadi tantangan klasik dalam sepak bola, bagaimana mengubah dominasi permainan menjadi gol.

Di sinilah menurutnya peran pelatih sangat penting untuk mengasah insting serta kepercayaan diri para pemain muda.

Pendekatan Menyentuh Sisi Mental

Sementara itu di luar aspek teknis, Kurniawan DY juga membawa pendekatan yang lebih menyentuh sisi mental. Pengalamannya menjadi tim pelatih di Eropa, saat bergabung dengan Como 1907 menjadi bekal berharga yang kini ditularkan kepada generasi muda.

“Ya terutama masalah mindset pemain kemudian human mentaliti dan yang paling-paling daya tekankan intensitas bermain," kata mantan penyerang tajam tersebut.

"Turnamen yang kita hadapi bukan lagi lokal tapi ASEAN U17 Championship dan Piala Asia U17, tentu intensitas bermain ini sangat penting,” sambungnya.

Untuk itu ia ingin para pemain memahami bahwa sepak bola modern menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknik.

Intensitas, fokus, dan mental bertarung menjadi faktor yang tidak bisa ditawar.

Kini tim akan menjalani laga perdana babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 melawan Timor Leste yang akan berlangsung di Stadion Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang