MU Ukir Rekor Buruk Usai Kalah Telak dalam Derbi Manchester
Manchester United menelan kekalahan telak 0-3 dari Manchester City dalam laga Derbi Manchester di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025).
Hasil Man City vs Man United membuat Setan Merah mengukir rekor buruk sejak era Premier League dimulai pada 1992-1993.
Gol pembuka Phil Foden pada menit ke-19, disusul dua gol Erling Haaland pada menit ke-53 dan 68 memastikan kemenangan Man City.
Hasil ini membuat Man United hanya mengoleksi empat poin dari empat pertandingan pertama Liga Inggris musim 2025-2026. Mereka mencatat satu kemenangan, satu imbang, dan dua kali kalah.
Opta mencatat, perolehan angka tersebut menjadi start terburuk Man United di empat laga awal liga sejak 33 tahun lalu.
Pada musim 1992-1993, United juga mengoleksi empat poin dari empat laga pertama di bawah Sir Alex Ferguson.
Meski begitu, mereka tetap berhasil menjadi juara dengan 84 poin dari 42 pertandingan saat Premier League masih diikuti 20 tim.
Tekanan pada Amorim
Kekalahan dari Man City semakin memperbesar tekanan terhadap pelatih Ruben Amorim.
Formasi tiga bek yang dia terapkan kembali menuai kritik karena dianggap membuat permainan Man United rapuh.
Suara-suara dari suporter dan pengamat mempertanyakan efektivitas strategi tersebut.
Amorim menegaskan tidak akan mengubah pendekatannya.
"Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk Manchester United. Ini pesan saya untuk para penggemar," ujar Amorim.
Pelatih asal Portugal itu juga menambahkan, "Saya lebih menderita daripada mereka. Saya tidak akan mengubah filosofi saya. Jika mereka (INEOS, pemilik klub) ingin mengubahnya, ganti saja orangnya."
Catatan Buruk di Awal Musim
Start lambat ini membuat posisi Man United di klasemen Liga Inggris tertahan di papan bawah, tepatnya peringkat ke-14.
Dengan hanya empat poin dari empat laga, mereka tertinggal dari tim-tim pesaing di zona atas.
Hasil Derbi Manchester ini juga menjadi kekalahan kedua mereka di liga musim ini.
Situasi ini membuat tekanan pada Amorim semakin besar, mengingat Man United dituntut segera bangkit jika ingin bersaing di papan atas.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.