PSIM Dibayangi Rekor Buruk Jelang Lawan Malut United yang Lagi Gacor

PSIM yogyakarta
PSIM yogyakarta

 Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menegaskan timnya tidak ingin terlena dengan kemenangan pada pertemuan pertama saat kembali menghadapi Malut United dalam lanjutan BRI Super League musim ini di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu pukul 19.00 WIB. Meski PSIM sempat menang 2-0 pada laga pertama yang berlangsung 30 Agustus tahun lalu, Van Gastel menilai kondisi kedua tim kini sudah jauh berbeda.

Pada laga pertemuan pertama, PSIM yang berstatus tim tamu mampu mempermalukan Malut United dengan skor dua gol tanpa balas. Namun, Van Gastel menilai hasil tersebut tidak bisa dijadikan acuan utama untuk pertandingan kali ini karena jarak waktu yang cukup panjang sejak laga sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat kami bermain di Malut, saya pikir itu pada akhir Agustus. Jadi, itu hampir sembilan bulan yang lalu. Oleh karena itu, saya rasa kedua tim tidak banyak berubah,” ujar Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM, Minggu.

Pelatih asal Belanda tersebut mengakui Malut United kini tampil jauh lebih baik dibanding musim lalu. Tim lawan saat ini berada di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 52 poin. Sementara itu, PSIM masih tertahan di posisi ke-11 dengan raihan 39 poin.

Selain posisi klasemen yang lebih baik, Malut United juga datang dengan modal positif usai memenangi dua pertandingan terakhir. Dalam dua laga tersebut, mereka mampu mencetak total 12 gol, menunjukkan lini serang yang sedang tajam.

Di sisi lain, PSIM justru berada dalam tren kurang baik. Laskar Mataram hanya mampu meraih satu kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir. Catatan itu menjadi perhatian serius jelang duel melawan Malut United.

Van Gastel pun meminta para pemainnya waspada terhadap kualitas individu pemain lawan yang dinilai mampu menentukan hasil pertandingan dalam satu momen penting.

“Mereka memiliki pemain-pemain dengan kualitas individu yang baik yang dapat menentukan pertandingan dalam satu aksi. Jadi, kami harus berhati-hati dalam transisi,” katanya.

Meski hasil tim belum memuaskan dalam beberapa pekan terakhir, Van Gastel memastikan dirinya tidak akan mengubah filosofi permainan PSIM. Ia mengaku telah berdiskusi dengan para pemain terkait kemungkinan perubahan strategi maupun susunan pemain, namun seluruh tim sepakat mempertahankan pendekatan yang selama ini digunakan.

“Selama beberapa minggu ini, saya berbicara dengan para pemain dan bertanya kepada mereka apakah kami harus mengubah sesuatu dalam cara kami bermain, mungkin pada susunan pemain (line-up), atau barangkali mereka memiliki ide-ide baru, atau hal-hal yang mungkin tidak saya lihat dengan cukup jelas,” ujar Van Gastel.

“Terkait cara kami bermain, kami akan tetap bermain dengan cara yang sama seperti yang sudah kami lakukan. Semuanya sepakat dengan cara kami bermain dan cara kami berlatih,” lanjutnya.

Sementara itu, pemain muda andalan PSIM, Raka Cahyana, memastikan kondisi tim dalam keadaan siap untuk menghadapi pertandingan penting tersebut. Mantan pemain Persija Jakarta itu mengatakan seluruh pemain bertekad tampil maksimal demi meraih kemenangan di kandang sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Raka juga berharap dukungan penuh dari suporter PSIM yang hadir langsung di Stadion Sultan Agung dapat memberikan tambahan motivasi bagi para pemain selama pertandingan berlangsung.

“Kami berharap dukungan dari suporter untuk bisa memenuhi SSA (Stadion Sultan Agung) pada pertandingan besok agar dapat menambah semangat. Dan supaya besok kami bisa memberikan kemenangan untuk suporter,” kata Raka. (Ant)