Bruntusan atau Jerawat? Jangan Sampai Salah Rawat, Kulit Bisa Makin Parah!
Banyak orang sering bingung membedakan bruntusan dan jerawat. Keduanya sama-sama muncul di wajah, bikin tidak percaya diri, dan kadang terasa mengganggu. Namun, ternyata penyebab, tampilan, serta cara mengatasinya sangat berbeda. Kesalahan dalam perawatan justru bisa memperparah kondisi kulit.
Menurut Dr. Joshua Zeichner, seorang dermatolog asal New York dan Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis di Mount Sinai Hospital, membedakan antara bruntusan dan jerawat sangat penting karena keduanya membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda.
“Jika salah dalam memilih produk, kulit bisa makin iritasi atau malah tidak membaik,” kata dia.
Lantas ap aitu bruntusan? Bruntusan adalah istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan bintik-bintik kecil di kulit yang biasanya tidak meradang. Dalam dunia dermatologi, bruntusan bisa berupa:
- Clogged pores (komedo tertutup): terjadi saat sel kulit mati dan minyak terjebak di pori-pori.
- Fungal acne (Malassezia folliculitis): disebabkan pertumbuhan berlebih jamur pada kulit yang tampak mirip jerawat kecil-kecil dan gatal.
Bruntusan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi sangat mengganggu tekstur kulit karena membuat wajah terasa kasar.
Sementara itu, jerawat adalah kondisi kulit yang lebih kompleks, biasanya dipicu oleh produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan faktor hormonal.
Jerawat bisa muncul dalam berbagai bentuk: komedo hitam, komedo putih, papula (bintil merah), pustula (bernanah), hingga nodul yang lebih dalam dan menyakitkan.
”Jerawat adalah kondisi inflamasi. Artinya, ada peradangan aktif pada kulit yang perlu ditangani dengan bahan aktif tertentu, sementara bruntusan tidak selalu demikian,” Dr. Zeichner menjelaskan.
Perbedaan Ciri & Lokasi (Visual & Gejala)
- Bruntusan: biasanya berupa bintik kecil merata, sering muncul di dahi, pelipis, atau pipi bagian atas. Kulit terasa tidak rata, kadang gatal, tapi jarang sakit.
- Jerawat: bentuknya lebih bervariasi (merah, bernanah, atau besar), sering muncul di area berminyak seperti pipi, dagu, dan rahang. Sering terasa nyeri atau perih saat disentuh.
Faktor Pemicu Bruntusan dan Jerawat
Pemicu Bruntusan
- Penggunaan produk skincare atau makeup yang terlalu berat (menyumbat pori).
- Kelembapan berlebih atau keringat yang terperangkap.
- Ketidakseimbangan mikroba kulit (jamur).
Pemicu Jerawat
- Perubahan hormon (misalnya saat menstruasi).
- Konsumsi makanan tinggi gula atau produk susu.
- Stres dan kurang tidur.
- Faktor genetik.
Cara Mengatasi Bruntusan
Untuk bruntusan, fokusnya adalah membersihkan pori-pori dan menjaga keseimbangan mikroba kulit.
- Gunakan exfoliant ringan: BHA (salicylic acid) untuk membersihkan pori, atau AHA untuk mengangkat sel kulit mati di permukaan.
- Gunakan produk anti-jamur: Jika bruntusan disebabkan oleh fungal acne, pilih produk dengan zinc pyrithione, ketoconazole, atau sulfur.
- Produk non-komedogenik: Pastikan skincare dan makeup yang dipakai ringan dan tidak menyumbat pori.
Cara Mengatasi Jerawat
Perawatan jerawat lebih menekankan pada kontrol minyak, peradangan, dan bakteri.
- Benzoyl peroxide: membunuh bakteri penyebab jerawat.
- Retinoid (seperti adapalene): membantu mempercepat regenerasi sel dan mencegah penyumbatan pori.
- Niacinamide: menenangkan peradangan dan mengurangi kemerahan.
- Perawatan medis: Jika jerawat parah, dokter kulit bisa meresepkan antibiotik oral, spironolactone, atau isotretinoin.
Dr. Zeichner menekankan, produk jerawat yang terlalu keras tidak cocok digunakan untuk bruntusan, begitu juga sebaliknya.
”Karena itu, diagnosis yang tepat sangat penting sebelum memilih perawatan,” kata dia.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Segera konsultasi ke dermatolog jika:
- Bruntusan tidak hilang meski sudah rutin pakai exfoliant.
- Jerawat muncul dalam jumlah banyak, nyeri, atau meninggalkan bekas luka.
- Tidak yakin apakah yang dialami bruntusan atau jerawat.