Flashback Internet Tahun 1998, dari Perang Browser hingga Google yang Baru Diluncurkan
Bagi generasi yang besar di era internet cepat dan media sosial serba instan, mungkin sulit membayangkan seperti apa rasanya menggunakan internet di akhir 1990-an.
Tahun 1998, internet sedang berada di puncak euforia "dot-com boom". Saat itu, portal-portal besar saling berlomba menarik perhatian pengguna, perang antar-browser berlangsung sengit, belanja online mulai muncul, dan sebuah mesin pencari kecil bernama Google baru saja diluncurkan.
Nah, berikut gambaran suasana internet tahun 1998 yang KompasTekno rangkum dari CyberCultural, Senin (15/9/2025).
Gambaran internet pada tahun 1998 sebelum ada Google
Sebelum Google jadi populer, orang menjelajah internet lewat situs portal. Nama-nama seperti Yahoo!, Lycos, Excite, Netscape Netcenter, hingga MSN jadi pintu utama untuk masuk ke dunia maya.
Portal saat itu berfungsi hanya sebagai direktori situs, penyedia layanan e-mail, sekaligus mesin pencari sederhana. Agar makin dikenal, perusahaan pembuat web portal bahkan gencar memasang iklan di televisi. Tujuannya, mereka ingin bisa jadi “gerbang utama” internet bagi semua orang.
Di sisi lain, pertarungan sengit juga terjadi di dunia browser. Internet Explorer (IE) buatan Microsoft berhasil menyingkirkan Netscape Navigator. Strateginya sederhana tapi ampuh: IE otomatis terpasang di Windows, sistem operasi yang sudah mendominasi komputer pribadi.
Netscape mencoba melawan dengan membuka kode sumber browser-nya pada awal 1998, yang kemudian melahirkan proyek Mozilla.
Sayangnya, langkah itu tidak cukup kuat untuk menahan laju IE. Pada akhir tahun, Netscape akhirnya diakuisisi oleh AOL, menandai runtuhnya salah satu pionir internet.
Netscape diakuisisi oleh AOL, menandai tumbangnya salah satu pionir internet.
Desain halaman situs "rapi"
Dari sisi tampilan, website di tahun 1998 mulai terlihat lebih rapi. Desainer web seperti Jeffrey Veen saat itu mendorong prinsip “form follows function”, artinya fungsi situs harus lebih diutamakan dibanding sekadar gaya visual.
Beberapa standar penting juga mulai difinalisasi, misalnya CSS 2, XML, dan DOM, yang kelak jadi pondasi utama web modern.
Hasilnya, meski masih sederhana, halaman-halaman web di masa itu terasa lebih ringan, cerah, dan mudah digunakan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi bisnis, Amazon yang sekarang dikenal menjual hampir semua barang, pada 1998 baru saja melebarkan sayap dari penjual buku menjadi penjual CD musik.
Mereka juga membeli Junglee dan Planet All, langkah yang menunjukkan ambisi besar Amazon untuk jadi pemain utama e-commerce. Strategi ini membuat pesaing seperti CDnow dan Tower Records mulai terdesak.
Bukan cuma Amazon, perusahaan internet lain seperti eBay dan GeoCities juga melepas saham perdana (IPO) di tahun yang sama. Momen ini menandai masa keemasan awal bagi e-commerce dan situs berbasis komunitas.
Tampilan Google saat baru pertama kali didirikan pada tahun 1998
Di tengah popularitas portal dan dominasi mesin pencari AltaVista, dua mahasiswa Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, mendirikan Google Inc. pada 4 September 1998.Saat itu, Google masih berstatus beta dan beroperasi sebagai proyek kecil. Namun keunggulannya terletak pada kemampuan memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dan cepat dibanding pesaingnya.
Tak ada yang menyangka mesin pencari sederhana ini kelak mengubah wajah internet.
Kehadiran Google menjadi titik balik, ketika orientasi pengguna beralih dari portal dan direktori menuju pencarian. Pola inilah yang kemudian bertahan hingga sekarang dan membentuk cara kita menggunakan internet sehari-hari.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.