Rahayu Saraswati Mundur dari Anggota DPR, Begini Kata Dasco

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad buka suara soal keputusan Rahayu Saraswati untuk mundur sebagai anggota DPR RI.

Dasco mengaku baru mengetahui informasi terkait mundurnya Rahayu Saraswati atau Sara. 

"Yang pertama, saya juga baru tahu bahwa memang kan ada pengunduran diri dari Bu Rahayu Saraswati," kata Dasco kepada wartawan, Rabu, 10 September 2025.

Dasco menyebut pengunduran diri Sara akan diproses oleh Mahkamah Partai. Dia pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai keputusan Sara untuk mundur.

Dasco mengaku akan mempelajari lebih lanjut alasan Sara mundur dari anggota DPR RI.

"Selebihnya saya belum bisa komentar karena saya masih harus mempelajarinya," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Politisi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati atau Sara menyatakan mundur sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.

Keputusan mundur itu diumumkan Sara melalui video di akun instagram pribadinya @rahayusaraswati. 

"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra," kata Sara, dikutip dari video, Rabu, 10 September 2025.

Meski mundur, Sara berharap masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhirnya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

“Yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang merupakan produk legislasi kami di Komisi VII,” sambungnya.

Dalam video tersebut, Sara menjelaskan alasan dirinya mundur sebagai anggota DPR RI. Adapun keputusannya terkait dengan pernyataannya dalam sebuah podcast 6 bulan lalu yang dipotong dan diviralkan. 

"Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat. Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan," ungkap dia.

"Walaupun niat saya sebenarnya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif, saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bisa bertahan hidup," lanjut Sara.