Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Ini Pernyataannya yang Kontroversial

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara Djojohadikusumo mundur dari DPR.
Rahayu Saraswati merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, putri dari Hashim Djojohadikusumo.
Dia adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang sebelumnya terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu) pada Pemilu Legislatif 2024.
“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang merupakan produk legislasi kami di Komisi VII,” kata Sara Djojohadikusumo di akun Instagram-nya, Rabu (10/9/2025).
Biodata Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Tempat tanggal lahir: Jakarta pada 27 Januari 1986.
Riwayat pendidikan:
- Tarakanita 2
- Uwcsea Singapore
- Collage Du Leman International School
- Purdue University Global.
Riwayat organisasi:
- Satuan Relawan Indonesia Raya (Wakil Ketua Umum)
- Pemuda Tani Indonesia (Wakil Ketua Umum)
- Jaringan Nasional Anti Tidak Pidana Perdagangan Orang (Ketua)
- Yayasan Peduli Down Syndrome Indonesia (Pembina)
- Gerakan Indonesia Raya (Wakil Ketua Umum)
- Kaukus Perempuan Politik Indonesia (Presidium)
- Tunas Indonesia Raya (Ketua Umum).
Riwayat pekerjaan:
- PT. Arsari Duta Semesta (Direktur)
- PT. Arsari Putra Indonesia (Komisaris)
- PT. Media Desa Indonesia (Direktur)
- PT. Arsari Media Internasional (Direktur)
- METRO TV (Co-Host Talk Indonesia)
- Yayasan Wadah Titian Harapan (Ka. Div Anti Perdagangan Manusia)
- Yayasan Parinama Astha (Pendiri & Ketua)
- The Legacy Pictures Pte.Ltd (Direktur)
- Anggota DPR RI (Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra)
- PT. Bima Sakti Bahari (Direktur Utama).
Pernyataan Kontroversial Rahayu Saraswati
Saraswati, yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, menyebut alasannya mundur berkaitan dengan pernyataannya dalam sebuah podcast yang menuai kontroversi.
Saraswati menjelaskan bahwa ucapan dalam podcast berjudul "Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif" yang ditayangkan pada 28 Februari 2025, dijadikan bahan untuk menyerang dirinya.
Potongan video berdurasi lebih dari dua menit dari total 42 menit tayangan itu, dipotong dan disebarkan secara viral.
Hal ini, menurutnya, telah menyulut amarah sebagian masyarakat.
“Kira-kira dua minggu sebelum 17 Agustus lalu, ada pernyataan saya dari sebuah podcast yang ditayangkan di YouTube enam bulan yang lalu, yang dijadikan bahan untuk menyakiti hati rakyat,” ujar Saraswati.
Apa isi pernyataan Rahayu Saraswati yang memicu kontroversi?
Pernyataan kontroversial Rahayu Saraswati muncul dari sebuah podcast yang tayang pada 28 Februari 2025.
Meski podcast itu berdurasi lebih dari 42 menit, potongan pernyataan selama sekitar dua menitlah yang kemudian viral di media sosial pada Agustus 2025.
Dalam potongan tersebut, Saraswati dianggap meremehkan perjuangan anak muda yang kesulitan mencari pekerjaan.
“Daripada ngomel nggak ada kerjaan, bikin kerjaan buat temen-temen lu,” kata Saraswati saat itu.
Selain itu, ia juga menyarankan anak muda yang memiliki keahlian seperti memasak atau menjahit untuk membuka usaha.
Pernyataan ini dinilai kurang berempati dan tidak peka karena tak semua orang memiliki modal atau privilese untuk memulai bisnis.
Pihaknya secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia menyadari bahwa dirinya memiliki privilege besar, baik dari sisi keluarga maupun dukungan dalam memulai usaha. Namun, pernyataannya menyinggung banyak pihak yang tengah menghadapi kesulitan.
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak berniat meremehkan perjuangan masyarakat, melainkan ingin mendorong semangat kewirausahaan di era digital.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan "Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR"
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.