Korban Tewas Bencana di Sumatera Tembus 770 Orang, 463 Masih Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah data korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dilihat dari website resmi BNPB pada Rabu, 3 Desember 2025, pada pukul 18.03 WIB, dari data yang ditampilkan terlihat 770 orang meninggal dunia, sedangkan 463 orang masih belum ditemukan.
Selanjutnya, 2.600 ribu orang terluka, 3,2 juta jiwa terdampak tersebar di 50 kabupaten/kota.
Selain itu, sebanyak 3.300 rumah mengalami rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, 4.900 rusak ringan, 215 unit fasdik rusak dan 297 unit jembatan rusak.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyampaikan permintaan maaf jika penanganan bencana banjir dan longsor Sumatera yakni di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat banyak kekurangan.
“Kami memohon maaf apabila dalam upaya penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ini masih terdapat kekurangan,” kata Pratikno saat Konferensi Pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.
Di sisi lain, Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang sangat jelas kepada seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI, Polri, serta BNPB, untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat penanganan bencana.
Menurutnya, pemerintah dituntut melakukan perbaikan setiap jam dan setiap menit agar respons terhadap kebutuhan masyarakat semakin cepat dan tepat.
“Tapi instruksi dari bapak Presiden sudah sangat jelas kita harus mengerahkan seluruh sumber daya dari pemerintah pusat seluruh K/L, TNI, Polri BNPB agar setiap jam setiap menit ada perbaikan percepatan dan peningkatan respon terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pratikno menyampaikan apresiasi terhadap solidaritas masyarakat Indonesia yang turut membantu korban bencana. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh petugas dan relawan yang bekerja keras di lapangan dalam situasi yang sulit.