KNKT Sorot Dua Faktor Penting di Balik Kecelakaan Truk GT Ciawi
Kecelakaan truk di Gerbang Tol (GT) Ciawi pada awal September bukan yang pertama kalinya.
Sepanjang 2025 ada tiga kecelakaan serupa terjadi di GT Ciawi. Sempat muncul dugaan bahwa kontur jalan berperan menyebabkan kecelakaan tersebut.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan kondisi ataupun kontur jalan pada GT Ciawi bukan jadi faktor utama penyebab insiden tersebut.
“Desain geometrik di tol Ciawi masih standar,” kata Ahmad Wildan, Ketua KNKT kepada KatadataOTO, Selasa (09/09).

Lebih lanjut dia mengungkapkan dua faktor utama yang berperan di balik kecelakaan truk GT Ciawi adalah human error alias kelalaian pengemudi, serta malfungsi kendaraan.
Hasil dugaan sementara turut menunjukkan ada kecenderungan overload, mengakibatkan kinerja rem semakin berat dan dapat berakhir blong.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Wildan mengatakan ada sejumlah hal bisa dilakukan baik dari pihak pengelola jalan tol maupun pengguna truk.
“Pasang papan peringatan ‘Gunakan Gigi Rendah’ sebelum memasuki jalan menurun, menyediakan rest area khusus truk dan menyediakan jalur penyelamat,” kata Wildan.
Dirinya menegaskan bahwa rangkaian intervensi tersebut hanya dapat membantu menurunkan risiko kecelakaan dan tingkat fatalitas apabila terjadi hal-hal tak diinginkan.
“Tetapi hazard sebenarnya ada di pengemudi dan kondisi teknis kendaraan,” tegas Wildan.
Oleh karena itu penting bagi pengemudi untuk mengenali cara menghadapi rem blong guna meminimalisir fatalitas.
Sementara pengelola atau pemilik truk wajib melakukan servis dan pemeriksaan berkala sehingga malfungsi seperti rem blong dapat terhindarkan. Lalu memperhatikan bobot muatan dibawa.
Sebagai informasi, truk overload dan rem blong diduga sebagai penyebab utama kecelakaan di GT Ciawi pada 4 September 2025.

Bobot muatan yang sudah melebihi kapasitas truk pada akhirnya membuat sistem pengereman tidak bekerja optimal.
Ditambah area jalan menuju GT Ciawi agak menurun. Peluang terjadinya rem blong bagi truk dengan muatan berlebih tentu jadi lebih tinggi.
Truk ODOL Susah Dibasmi
Truk Over Dimension dan Over Loading (ODOL) masih patut jadi sorotan banyak pihak. Sebab penanganannya belum maksimal dan kerap jadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Dalam kesempatan berbeda, KNKT mengungkapkan 98 persen tulang punggung sistem rantai pasok logistik di Indonesia berbasis jalan.
Karena tidak memanfaatkan moda alternatif lain secara merata, hasilnya truk lebih banyak digunakan.
“Butuh proses (untuk membasmi truk ODOL), tidak bisa sebentar. Karena ini sudah berakar, 20 sampai 30 tahun terakhir seperti itu,” tegas dia.