Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun

 Jumlah kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim telah mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap situasi itu juga berdampak pada jumlah fatalitas.

Sehingga menurutnya arus mudik tahun ini sudah lebih baik dibanding sebelumnya.

“Jadi kejadian kecelakaan lalu lintas saat ini turun 7,8 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara untuk fatalitas yang meninggal turun 112 orang dari 377 jiwa menjadi 265 jiwa,” ungkapnya dilansir Antara (29/03).

Kapolri menilai capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antara aparat, operator transportasi dan kepatuhan masyarakat selama masa angkutan Lebaran.

Kecelakaan arus mudik

“Rest area, buffer zone sudah disiapkan oleh pemerintah. Manfaatkan sebaik-baiknya sehingga pada saat kondisi sudah pulih, silakan melanjutkan perjalanan dengan aman,” ujar dia.

Dalam data yang disampaikan, volume lalu lintas keluar Jakarta tercatat 2.946.891 kendaraan atau 20,49 persen lebih tinggi dari kondisi normal. Sementara bila dibandingkan Lebaran 2025 terjadi kenaikan 1,82 persen.

Lalu lintas yang telah kembali ke Jakarta pada Sabtu mencapai 2.561.629 unit sehingga masih tersisa sekitar 385.262 kendaraan atau 13,07 persen.

“Artinya secara umum kita melihat bahwa puncak arus balik sudah dilewati dan tinggal 13,07 persen lagi yang harus kita hadapi,” ujar dia.

Meski demikian sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan. Termasuk ketika antrean memanjang hingga lebih dari setengah kilometer dan mulai masuk ke badan jalan.

"Alhamdulillah untuk arus balik saat ini tetap bisa kita jaga untuk di situasi hijau," kata Listyo.

Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan mengungkap bahwa kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik Lebaran kali ini tidak lepas dari kepatuhan masyarakat. Dengan mengikuti arahan petugas maka kepadatan serta risiko kecelakaan bisa dikurangi signifikan.

Lagi Truk Blong Penyebab Kecelakaan Maut, Hantam Motor dan Mobil

“Kerja sama masyarakat dalam menaati arahan petugas dan tidak memaksakan diri menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan serta fatalitas,” kata Dudy.

Lebih lanjut, pemerintah mengimbau masyarakat yang masih melakukan perjalanan arus balik agar tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan guna menghindari potensi kepadatan maupun kecelakaan di jalan.