Tolak Kompensasi Rp3,6 Miliar, Rumah Ini Ditelan Jalan Tol dan Berakhir dengan Penyesalan

Rumah di tengah jalan tol.
Rumah di tengah jalan tol.

Huang Ping pemilik rumah yang kini dikenal sebagai 'Eye of Jinxi' di Provinsi Jiangxi, China, akhirnya memutuskan untuk pindah. Rumah itu sempat menjadi sorotan publik lantaran lokasinya yang tak biasa karena berada di tengah jalan tol.

Seperti dikutip dari situs Gazeta Express, Kamis, 28 Agustus 2025, Huang Ping sebelumnya keukeh tidak mau menjual rumahnya kepada pemerintah. Ia tidak menyetujui dengan syarat bahwa uang ganti rugi dibayarkan dalam dua kali angsuran.

Hingga pada akhirnya pemerintah tetap membangun proyek jalan tol dengan melingkari rumah miliknya. Ia pun menyesali keputusannya karena pemerintah tetap membangun jalan tol di sekitar propertinya.

Kendati awalnya Ping bersama keluarganya berusaha bertahan, namun akhirnya tidak tahan lagi tinggal di sana ketika operasional jalan tol dimulai pada April 2025.

Kebisingan secara terus menerus dari truk-truk besar yang lewat membuat mereka terpaksa pindah.

Tidak diketahui pasti kapan keluarga itu pindah, tetapi bangunan rumah sudah tampak kosong dan terbengkalai sejak Juli kemarin. Kondisi rumahnya terlihat terbengkalai dengan jendela rumah rusak dan tanaman liar tumbuh.

Huang Ping dan keluarganya lebih memilih untuk menyewa rumah di kota terdekat. Belum diketahui pasti bagaimana nasib rumah itu nantinya.

Jika rumah tersebut dihancurkan pun, Huang hanya akan mendapat sebagian kecil dari kompensasi yang dulu ditawarkan kepadanya. Berikut fakta-fakta 'Eye of Jinxi':

Awal Konflik dan Keengganan Menjual

- Pemerintah menawarkan kompensasi sekitar 1,6 juta yuan (Rp3,6 miliar) serta pilihan properti pengganti. Namun, Huang Ping menolak karena merasa nilai rumahnya memiliki makna sentimental dan meminta tawaran lebih tinggi 

- Gagal mencapai kesepakatan, pemerintah tetap mengerjakan jalan tol, tetapi menghindar dengan membangun jalan di sekeliling rumahnya (yang kini dikelilingi tembok dan jalur tol).

Dampak Fisik dan Psikologis

- Jalan tol dibangun melingkar, sehingga dari atas rumah tersebut tampak seperti mata—makanya disebut 'Eye of Jinxi'.

- Tidak ada isolasi suara, sehingga sejak proyek jalan tol dimulai, rumah menjadi sangat tidak layak huni. Mereka diselimuti debu, kebisingan tiada henti, bahkan getaran hebat dari truk besar yang melintas terus-menerus.

- Rumah ini sempat menjadi daya tarik turis lokal karena keanehannya: sebuah rumah yang dikelilingi jalan tol menarik banyak pengunjung foto-foto.