Waspadai 4 Tanda Diabetes pada Lansia, Termasuk Rasa Haus Berlebihan

Waspadai 4 Tanda Diabetes pada Lansia, Termasuk Rasa Haus Berlebihan, 1. Sering Buang Air Kecil, 2. Gangguan Penglihatan, 3. Rasa Haus Berlebihan, 4. Penyembuhan Luka Lebih Lama

Diabetes merupakan salah satu penyakit serius yang menyerang para lansia (lanjut usia). Diabetes terjadi ketika glukosa darah seseorang, yang juga disebut gula darah, terlalu tinggi.

Seringkali diabetes tipe 2 tidak menunjukkan gejala signifikan, sehingga tidak disadari dalam waktu yang lama.

Gejala diabetes dapat berupa rasa lelah, rasa lapar atau haus yang meningkat, berat badan turun tanpa disadari, sering buang air kecil, dan mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki.

Anda mungkin juga mengalami penglihatan kabur dan infeksi kulit. Selain itu, jika ada luka atau memar di tubuh, cenderung sembuh lebih lama.

Masalahnya, seringkali para lansia menganggap gejala diabetes hanya sebagai bagian dari proses “menjadi tua”. Padahal, gejala-gejala tersebut dapat merupakan tanda dari masalah kesehatan serius.

Gejala Diabetes pada Lansia

Berikut ini beberapa gejala diabetes yang paling umum terjadi pada lansia.

1. Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil dapat menjadi tantangan tersendiri bagi lansia untuk mengatasinya, karena banyak di antara mereka yang sudah memiliki masalah dengan frekuensi buang air kecil dan inkontinensia.

Jika Anda sering buang air kecil, terutama jika disertai dengan keluarnya air seni dalam jumlah banyak, buatlah janji dengan dokter untuk melakukan tes glukosa serum untuk menentukan apakah mengalami hiperglikemik.

2. Gangguan Penglihatan

Diabetes dapat menyebabkan gangguan mata yang dikenal sebagai retinopati diabetik, yang mengacu pada kerusakan pembuluh darah di belakang retina.

Jika lansia mengalami penglihatan kabur atau redup, penglihatan ganda, atau penglihatan tepi yang berkurang, segera buat janji temu dengan dokter mata untuk pemeriksaan mata secara mendetail, guna mengevaluasi retina.

Jika dicurigai menderita retinopati diabetik, lansia akan dirujuk ke spesialis retina.

3. Rasa Haus Berlebihan

Jika lansia tampak sangat haus terus-menerus, segera lakukan cek kemungkinan diabetes.

Rasa haus bisa disebabkan akibat diet tinggi natrium atau akibat obat-obatan yang menyebabkan kekeringan mulut, tapi rasa haus yang disebabkan diabetes biasanya tidak mudah dihilangkan.

Jika lansia menderita diabetes, pengobatan yang efektif dapat mengatasi rasa haus yang berlebihan.

Rasa haus yang berlebihan dapat berdampak serius pada lansia dengan diabetes, terutama jika mereka mengonsumsi obat-obatan diuretik, yang akan semakin meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Masalahnya, sering buang air kecil dapat membuat lansia terjaga di malam hari dan menyebabkan rasa kantuk serta kecemasan di keesokan hari.

Jika orangtua Anda lansia dan tinggal sendirian, penting untuk memikirkan cara membantunya memantau tingkat kehausan atau frekuensi buang air kecil.

4. Penyembuhan Luka Lebih Lama

Jika lansia mengalami luka gores, luka sayat, atau jenis kerusakan kulit lainnya, tapi tak kunjung sembuh, segera temui dokter untuk mengetahui apakah menderita diabetes atau tidak.

Selain penyembuhan luka yang buruk, penderita diabetes lanjut usia dapat mengalami ulkus stasis pada pergelangan kaki mereka, yang berhubungan dengan sirkulasi yang buruk.

Ulkus stasis biasanya terjadi pada lansia yang menderita diabetes dalam waktu lama dan tidak terkelola dengan baik, tapi ulkus stasis juga dapat terjadi pada diabetes tahap awal.

Setelah diabetes ditangani secara efektif, luka dapat sembuh lebih cepat.

Diabetes adalah kondisi yang umum terjadi pada lansia, sehingga sangat penting bagi keluarga untuk dapat mengenali gejalanya, agar pengobatan dapat dimulai sesegera mungkin.