Top 8+ Fakta Jam Gadang Bukittinggi, Berdentang 12 Kali Setiap Pukul 12.00

fakta menarik Jam Gadang, fakta menarik jam gadang, fakta menarik tentang jam gadang, kapan jam gadang dibangun, kapan jam gadang berdentang, renovasi jam gadang, 8 Fakta Jam Gadang Bukittinggi, Berdentang 12 Kali Setiap Pukul 12.00, 1. Dibangun sebelum Indonesia merdeka, 2. Hadiah dari Ratu Belanda, 3. Mesin jam dari Jerman, 4. Atap menara Jam Gadang direnovasi tiga kali, 5. Tingginya 26 meter, 6. Dibangun tanpa besi penyangga, 7. Wisatawan dilarang masuk menara Jam Gadang, 8. Berdentang tiap 30 menit

Jam Gadang dikenal sebagai ikon wisata Bukittinggi, Sumatera Barat yang sulit dilewatkan turis saat berkunjung ke kota ini.

Menara jam besar yang terletak di jantung kota ini bukan sekedar landmark kebanggaan warga Minang, melainkan bangunan dengan segudang cerita unik dan sejarah panjang.

Mulai sejarah, arsitektur, hingga waktu berdentang, Kompas.com merangkum fakta menarik Jam Gadang yang dapat kamu ketahui berikut ini.

1. Dibangun sebelum Indonesia merdeka

Usia Jam Gadang hampir menyetuh satu abad. Menara ini selesai dibangun pada 1926 dengan biaya 3.000 gulden Belanda atau sekitar Rp 27 jutaan bila dikonversikan saat ini.

Diketahuo arsitektur menara Jam Gadang dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto dan Rasid Sutan Gigi Ameh, seperti dikutip , Sabtu (8/11/2025).

2. Hadiah dari Ratu Belanda

Jam Gadang disebut-sebut sebagai pemberian Ratu Belanda untuk masyarakat Kota Bukittinggi.

"Jam Gadang dihadiahkan Ratu Belanda Wilhelmia melalui Controleur yang setara dengan sekretaris kota saat ini," kata pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sekaligus Ketua Bidang SDM HPI Sumatera Barat, Soni Erizon.

Hal itu disampaikan Soni dalam kunjungan Familiarization Trip Kementerian Pariwisata RI bersama Travel Agent Malaysia ke Sumatera Barat, Senin (27/10/2025).

3. Mesin jam dari Jerman

fakta menarik Jam Gadang, fakta menarik jam gadang, fakta menarik tentang jam gadang, kapan jam gadang dibangun, kapan jam gadang berdentang, renovasi jam gadang, 8 Fakta Jam Gadang Bukittinggi, Berdentang 12 Kali Setiap Pukul 12.00, 1. Dibangun sebelum Indonesia merdeka, 2. Hadiah dari Ratu Belanda, 3. Mesin jam dari Jerman, 4. Atap menara Jam Gadang direnovasi tiga kali, 5. Tingginya 26 meter, 6. Dibangun tanpa besi penyangga, 7. Wisatawan dilarang masuk menara Jam Gadang, 8. Berdentang tiap 30 menit

Alat penggerak denting atau bandul Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (27/10/2025).Uniknya, mesin Jam Gadang pemberian Ratu Belanda ini dibuat di Jerman. Hal ini tampak jelas tertulis pada lonceng jam.

Vortmann Relinghausen, keterangan pabrik pembuat jam, tertulis di loncong. Vortmann merupakan nama belakang pembuat jam, yakni Benhard Vortmann, sementara Relinghausen adalah nama kota di Jerman.

4. Atap menara Jam Gadang direnovasi tiga kali

fakta menarik Jam Gadang, fakta menarik jam gadang, fakta menarik tentang jam gadang, kapan jam gadang dibangun, kapan jam gadang berdentang, renovasi jam gadang, 8 Fakta Jam Gadang Bukittinggi, Berdentang 12 Kali Setiap Pukul 12.00, 1. Dibangun sebelum Indonesia merdeka, 2. Hadiah dari Ratu Belanda, 3. Mesin jam dari Jerman, 4. Atap menara Jam Gadang direnovasi tiga kali, 5. Tingginya 26 meter, 6. Dibangun tanpa besi penyangga, 7. Wisatawan dilarang masuk menara Jam Gadang, 8. Berdentang tiap 30 menit

Tampilan puncak Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (27/10/2025).

Menara Jam Gadang mengalami beberapa kali renovasi, khususnya di bagian atap yang berubah sebanyak tiga kali.

"Di zaman Belanda dulu, (atapnya) seperti kubah masjid yang di atasnya bertengger ayam jago, kemudian di zaman Jepang disesuaikan dengan kultur Jepang, bentuk trapesium," jelas Soni.

Terakhir, sejak kemerdekaan Indonesia, atap Jam Gadang disesuaikan dengan budaya lokal menggunakan gonjong, tonjolan runcing seperti tanduk kerbau yang biasa terdapat di atap rumah gadang.

5. Tingginya 26 meter

Total tinggi bangunan Jam Gadang adalah 26 meter. Fakta ini dikonfirmasi oleh petugas jaga Jam Gadang Rahmat Fikri Julian.

"Dari lantai dasar sampai puncak Jam Gadang ada enam lantai," kata Fikri kepada Kompas.com.

Ruangan tiap lantai jam gadang kosong. Ukuran ruangnya bahkan mengecil seiring menuju lantai teratas menara ini. Peralatan penting baru terlihat di lantai lima dan enam, di sana tersimpan lonceng dan bandul atau mesin penggerak dentang Jam Gadang.

6. Dibangun tanpa besi penyangga

Sedemikian megah Jam Gadang, siapa sangka menara kokoh ini dibangun tanpa besi penyangga?

alih penyangga besi, pembangunan Jam Gadang justru dibuat dengan memanfaatkan campuran bahan putih telur, kapur, dan pasir putih.

7. Wisatawan dilarang masuk menara Jam Gadang

Operasional Jam Gadang berlangsung pukul 07.00-22.00 WIB. Sayangnya, wisatawan hanya bisa berfoto di halam menara ini karena akses Jam Gadang tidak dibuka untuk umum.

"Kalau buat sekarang, izin (masuk ke Jam Gadang) hanya dikeluarkan untuk tamu resmi. Tamu-tamu reguler enggak diizinkan," ujar Fikri.

Tamu resmi yang dimaksud ialah perwakilan negara maupun kementerian, dibolehkan naik ke puncak Jam Gadang berdasarkan izin dari Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi.

Meski begitu, tamu resmi harus bergantian naik ke puncak Jam Gadang demi menjaga kelestarian bangunannya.

"Naik tangga ke puncaknya kan curam ya, turunnya pun susah. Mesti satu-satu kalau naik dan bergantian turun," ujar Soni.

8. Berdentang tiap 30 menit

fakta menarik Jam Gadang, fakta menarik jam gadang, fakta menarik tentang jam gadang, kapan jam gadang dibangun, kapan jam gadang berdentang, renovasi jam gadang, 8 Fakta Jam Gadang Bukittinggi, Berdentang 12 Kali Setiap Pukul 12.00, 1. Dibangun sebelum Indonesia merdeka, 2. Hadiah dari Ratu Belanda, 3. Mesin jam dari Jerman, 4. Atap menara Jam Gadang direnovasi tiga kali, 5. Tingginya 26 meter, 6. Dibangun tanpa besi penyangga, 7. Wisatawan dilarang masuk menara Jam Gadang, 8. Berdentang tiap 30 menit

Lonceng di puncak Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada Senin (27/10/2025).

Lonceng besar yang terdapat di lantai enam menara Jam Gadang akan berbunyi otomatis mengikuti bandul di lantai lima.

"Lonceng Jam Gadang akan berdentang satu kali setiap 30 menit," tutur Fikri.

Selanjutnya, Jam Gadang akan berbunyi beberapa kali sesuai hitungan jamnya. Misalnya, lonceng Jam Gadang berdentang 12 kali pada pukul 12.00 WIB. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.