BNC Absen Bagi Dividen Meski Raup Laba Rp565 Miliar, Ini Alasan Manajemen
Jumlah laba bersih perseroan mengalami kenaikan signifikan sekitar 27,5 kali lipat dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp19,88 miliar. Manajemen Perseroan memilih mengalokasikan seluruh keuntungan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan.
“Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” tutur Direktur Utama BNC, Eri Budiono, dikutip dari Antara pada Rabu, 6 Mei 2026.
Eri menekankan, pencapaian kinerja positif sepanjang 2025 merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas pertumbuhan, serta meningkatkan efisiensi operasional.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas organisasi dan mendorong inovasi layanan agar Perseroan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sebagai bank dengan layanan digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat,” kata Eri.
Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Adrian Wibisono Soewardjo dan Indra Aditya Sanjaya sebagai Direktur Perseroan yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. Perombakan jajaran tinggi perseroan bertujuan guna memastikan arah strategi berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Adrian dikenal sebagai bankir dengan pengalaman sekitar 25 tahun di industri perbankan, termasuk di sektor perbankan digital. Sementara Indra memiliki rekam jejak lebih dari 15 tahun di bidang manajemen risiko di industri keuangan.
Sedangkan Aditya Wahyu Windarwo dan Ricko Irwanto yang telah menjabat sejak 2021 resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Direktur Perseroan. RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Inkawan D. Jusi sebagai Komisaris Utama Independen.