Perbedaan Clay Mask dan Mud Mask, Pilih Sesuai Jenis Kulit
Masker wajah untuk mengangkat sel kulit mati tersedia dalam berbagai bentuk, jenis, dan ukuran. Ada dua jenis yang paling sering dianggap sama, yakni clay mask dan mud mask.
Keduanya memiliki beragam kesamaan, tetapi terdapat perbedaan nyata yang membuatnya berfungsi maksimal untuk masalah kulit yang berbeda.
Ketahui perbedaan clay mask dan mud mask, serta manfaatnya untuk wajah, dilansir dari Women's Health, Selasa (17/3/2026).
Clay mask dan mud mask, apa perbedaannya?
Clay mask atau masker tanah liat memanfaatkan mineral tanah liat alami untuk menyehatkan wajah. Global Scientific Director di Kiehl's, Nancy Ilaya, PhD, mengungkapkan bahwa kaolin dan bentonit adalah dua varian paling melimpah.
"Bahan-bahan ini paling mudah dijumpai di alam, terutama di dasar sungai atau tempat endapan sedimen lainnya," papar Ilaya.
Ilustrasi penggunaan clay mask.
Tanah liat datang dalam berbagai varian. Ada yang berwarna putih, hijau, pink, dan merah. Manfaatnya sangat bergantung pada susunan mineralnya.
Varian hijau dengan kadar seng tinggi, misalnya, diklaim lebih efektif membersihkan racun serta menyerap minyak dibandingkan varian bertekstur ringan.
Cara menggunakan clay mask
Cara pakainya bergantung pada racikan produk. Varian berdaya serap kuat sering kali rendah air, sehingga wajah akan terasa kaku apabila masker didiamkan terlalu lama. Umumnya, clay mask cukup diaplikasikan selama 5-10 menit.
"Banyak orang salah kaprah dalam memakai clay mask. Mereka membiarkannya sampai benar-benar kering kerontang dan retak seperti tanah kemarau," kata Ilaya.
"Setelah memakai masker, bilas wajah dengan air suam-suam kuku. Dan untuk menghindari iritasi atau kemunculan jerawat, clay mask biasanya digunakan hanya sekali atau dua kali sepekan," kata peneliti bidang kosmetik di Mount Sinai Hospital, Joshua Zeichner, MD.
Ragam manfaat clay mask
Clay mask membantu mengatasi permasalahan komedo, jerawat, atau noda jerawat lainnya.
Clay mask sangat ideal bagi wajah kusam dan berminyak.
"Clay mask sangat ideal bagi wajah kusam dan berminyak karena tanah liat menyerap minyak untuk menarik kotoran dari kulit," ungkap Vice President of the Society of Cosmetic Chemists, Marisa Plescia.
Lebih lanjut, menurut sebuah penelitian dalam jurnal "Skin & Research Technology" pada tahun 2023, kaolin dan bentonit ampuh menyerap sel kulit mati berkat ruang porinya yang besar.
Selain itu, clay mask juga mencegah jerawat. Penelitian terhadap 75 orang membuktikan, pemakaian rutin sukses mengurangi komedo, menurunkan kadar sebum, serta melembapkan wajah. Tanah liat juga meratakan tekstur kulit kasar akibat pori-pori tersumbat.
Mengenal mud mask
Mud mask atau masker lumpur adalah perawatan berbahan dasar bumi yang diformulasikan untuk menenangkan wajah. Ilaya menjulukinya sebagai "versi lebih lembut dari masker tanah liat".
Produk ini memadukan lumpur dari sumber kaya mineral seperti Laut Mati atau abu vulkanik, dengan ekstrak tumbuhan. Sebagai tambahan, kamu mungkin tetap menemukan kandungan kaolin dan bentonit di dalamnya.
Ilustrasi masker wajah.
"Istilah 'tanah liat' dan 'lumpur' digunakan secara bergantian di industri kosmetik (karena) semuanya adalah bagian dari bumi," ungkap Plescia.
Namun, tergantung pada formulasi spesifik sebuah produk, mungkin ada perbedaan sensori dan tekstur antara clay mask dan mud mask.
Misalnya, mud mask cenderung terasa lebih kental dan berat. Dan masker ini terkadang diformulasikan dengan bahan pelembab tambahan seperti air, humektan, dan minyak.
Terkait cara menggunakan mud mask, perhatikan petunjuk pemakaian pada label keterangan yang tertera pada produk.
Ragam manfaat mud mask
Manfaat mud mask banyak yang tumpang tindih dengan clay mask, seperti mencegah jerawat dan menyingkirkan polutan. Bedanya, mud mask lebih ramah untuk seluruh tipe kulit karena formulasinya lebih menghidrasi dan menutrisi.
Beberapa bahan alami yang mudah ditemukan di rumah bisa menjadi masker untuk jerawat.
"Sementara clay mask sering berfokus paa pengangkatan kotoran, mud mask lebih unggul dalam mendorong bahan aktif ke dalam kulit," jelas Spa Director di The Ritz-Carlton, Grand Cayman, Sandrine Dixneuf.
Selain itu, untuk mud mask yang juga mengandung lidah buaya, niacinamide, panthenol, dan gliserin, produk ini siap untuk meredakan wajah yang meradang.
Mana yang lebih baik, clay mask atau mud mask?
Memilih antara clay mask dan mud mask sebenarnya kembali pada kebutuhan kulit masing-masing.
Clay mask adalah pilihan tepat bagi kulit berminyak dan berjerawat berkat kemampuannya menyerap minyak berlebih secara mendalam. Sementara itu, mud mask jauh lebih fleksibel untuk semua orang karena sifatnya yang melembapkan.
Jika masih bingung, cobalah mud mask terlebih dahulu sebelum mencoba formula clay yang lebih kuat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang