Top 10+ Cara Hemat saat WFH Setiap Jumat, Pengeluaran Bulanan Bisa Lebih Terkendali!
Kebijakan work from home atau WFH setiap hari Jumat telah berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) per 1 April 2026. Kebijakan ini tujuannya bukan hanya membantu mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi juga bagian dari penghematan energi.
Bagi pekerja, bekerja dari rumah bisa menjadi cara efektif untuk menekan biaya transportasi, konsumsi harian, hingga pengeluaran kecil yang sering tidak disadari.
Meski demikian, banyak orang justru merasa lebih boros saat WFH. Pesan makanan online, penggunaan listrik yang meningkat, hingga belanja impulsif dari rumah, sering menjadi penyebab utama kebocoran anggaran.
Sebab itu, penting bagi Anda untuk menerapkan strategi hemat agar manfaat finansial dari work from home benar-benar terasa. Melansir dari PSECU, Jumat, 24 April 2026, berikut 10 cara hemat saat WFH yang bisa Anda terapkan:
1. Kurangi biaya transportasi dan optimalkan kendaraan
Salah satu keuntungan terbesar dari WFH adalah berkurangnya biaya transportasi seperti bensin, parkir, tol, hingga ongkos transportasi umum. Jika kendaraan pribadi menjadi lebih jarang digunakan, Anda juga bisa menekan biaya operasional kendaraan. Selain itu, beberapa perusahaan asuransi bahkan memungkinkan penyesuaian premi jika jarak tempuh kendaraan berkurang. Ini bisa menjadi tambahan penghematan yang cukup signifikan.
2. Masak sendiri dan siapkan meal prep
Banyak orang justru lebih boros saat WFH karena terlalu sering memesan makanan online. Padahal, memasak sendiri jauh lebih hemat dibanding membeli makanan siap saji setiap hari. Anda bisa menerapkan meal prep atau menyiapkan bahan makanan untuk beberapa hari sekaligus. Selain menghemat uang, cara ini juga membantu menghemat waktu saat jam kerja berlangsung.
3. Kurangi kebiasaan membeli kopi di luar
Kopi harian sering terlihat sebagai pengeluaran kecil, tetapi jika dilakukan rutin, jumlahnya bisa cukup besar dalam sebulan. Saat WFH, Anda bisa mulai membuat kopi sendiri di rumah. Biaya secangkir kopi rumahan tentu jauh lebih murah dibanding membeli kopi kekinian setiap hari. Penghematan kecil seperti ini sangat efektif dalam jangka panjang.
4. Audit langganan bulanan
Coba periksa kembali berbagai langganan digital seperti streaming, aplikasi kerja, cloud storage, hingga membership yang jarang digunakan. Banyak orang tidak sadar masih membayar layanan yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan. Melakukan audit langganan setiap tiga bulan dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
5. Pisahkan rekening tabungan dan rekening harian
Menyimpan uang di rekening yang sama sering membuat seseorang lebih mudah tergoda untuk belanja impulsif. Karena itu, sebaiknya Anda memisahkan rekening untuk kebutuhan harian dan rekening khusus tabungan. Bila memungkinkan, aktifkan transfer otomatis setiap tanggal gajian agar tabungan tetap berjalan secara konsisten.
6. Terapkan no spend day
No spend day adalah hari tanpa pengeluaran sama sekali. Anda bisa menetapkan satu hingga dua hari dalam seminggu untuk tidak berbelanja apa pun, termasuk belanja online kecil yang sering tidak terasa. Cara ini efektif untuk melatih disiplin finansial dan mengurangi kebiasaan konsumtif.
7. Gunakan perlengkapan rumah yang sudah ada
Saat WFH, tidak semua orang perlu langsung membeli meja kerja baru atau perlengkapan kantor mahal. Banyak kebutuhan kerja sebenarnya bisa diakali dengan barang yang sudah tersedia di rumah. Misalnya, laptop stand bisa diganti dengan tumpukan buku, atau penyangga punggung menggunakan bantal yang nyaman.
8. Hemat penggunaan listrik
Karena lebih lama berada di rumah, tagihan listrik biasanya ikut meningkat. Penggunaan AC, lampu, laptop, hingga perangkat elektronik lainnya perlu dikontrol dengan baik. Gunakan pencahayaan alami pada siang hari, matikan perangkat yang tidak digunakan, dan hindari penggunaan listrik berlebihan agar tagihan tetap terkendali.
9. Catat semua pengeluaran kecil
Pengeluaran kecil seperti biaya admin, ongkir, kopi, camilan, atau diskon e-commerce sering kali menjadi sumber kebocoran terbesar. Karena nominalnya kecil, banyak orang mengabaikannya. Padahal jika dikumpulkan selama sebulan, jumlahnya bisa cukup besar. Membiasakan mencatat semua pengeluaran akan membantu Anda mengetahui pola belanja yang sebenarnya.
10. Tetapkan batas pengeluaran bulanan
Menentukan batas pengeluaran atau spending cap sangat penting agar keuangan tetap sehat. Dengan adanya limit bulanan, Anda akan lebih mudah mengontrol kebutuhan mana yang prioritas dan mana yang bisa ditunda.Kebiasaan ini sangat membantu terutama bagi pekerja yang memiliki pola belanja impulsif saat lebih sering berada di rumah.
WFH setiap Jumat yang kini resmi diterapkan pemerintah seharusnya bukan hanya menjadi perubahan pola kerja, tetapi juga peluang untuk memperbaiki kondisi finansial. Melalui strategi yang tepat, Anda bisa mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi langkah nyata untuk berhemat.
Mulailah dari hal kecil seperti memasak sendiri, mengurangi langganan tidak penting, hingga mencatat pengeluaran harian. Selamat mencoba!