Barcelona Kirim Surat Protes ke UEFA Usai Disingkirkan Atletico Madrid di UCL

Barcelona, Liga Champions, UEFA, wasit, Istvan Kovacs, Clement Turpin, Atletico Madrid, Barcelona Kirim Surat Protes ke UEFA Usai Disingkirkan Atletico Madrid di UCL

Barcelona harus mengakhiri langkah di Liga Champions 2025-2026 setelah kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid pada babak perempat final.

Pada leg pertama perempat final UCL di Camp Nou, Barcelona kalah 0-2.

Sementara di leg kedua, mereka hanya menang 2-1 saat bertandang ke markas Atletico.

Hasil tersebut membuat tim asal Catalunya gagal melaju ke semifinal Liga Champions 2025-2026.

Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Barcelona, mengingat mereka kembali tersingkir setelah musim sebelumnya juga gagal melangkah lebih jauh.

Protes Resmi ke UEFA

Usai dua pertandingan tersebut, Barcelona mengambil langkah dengan mengirim surat protes kepada UEFA.

Blaugrana menilai ada sejumlah keputusan wasit yang dianggap tidak sesuai aturan.

Dalam dua leg perempat final tersebut, pertandingan dipimpin oleh Istvan Kovacs dan Clement Turpin.

Barcelona menilai keputusan keduanya berdampak pada jalannya laga.

"Barcelona telah mengajukan pengaduan kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam pertandingan perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid," bunyi pernyataan resmi klub.

Barcelona, Liga Champions, UEFA, wasit, Istvan Kovacs, Clement Turpin, Atletico Madrid, Barcelona Kirim Surat Protes ke UEFA Usai Disingkirkan Atletico Madrid di UCL

Penyerang Atletico Madrid, Alexander Sorloth, terjatuh setelah bertabrakan dengan bek Barcelona Eric Garcia pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Club Atletico de Madrid dan FC Barcelona di Stadion Metropolitano di Madrid pada 14 April 2026.

"Klub menganggap bahwa, di kedua leg pertandingan, beberapa keputusan wasit tidak sesuai dengan Peraturan Permainan."

"(Keputusan ini) diakibatkan oleh penerapan peraturan yang salah dan kurangnya intervensi yang tepat oleh sistem VAR dalam insiden yang jelas signifikan."

"Akumulasi kesalahan-kesalahan ini berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan hasil akhir pertandingan, menyebabkan kerugian olahraga dan finansial yang signifikan bagi klub."

"Melalui pengaduan ini, klub menawarkan ke UEFA untuk bekerja sama dengan tujuan untuk meningkatkan sistem perwasitan," lanjut pernyataan tersebut.

Lanjutan Protes dan Respons UEFA

Langkah ini menjadi kelanjutan dari protes sebelumnya setelah leg pertama.

Pada saat itu, Barcelona juga mempertanyakan keputusan wasit dan telah menyiapkan jalur hukum untuk menyampaikan keberatan.

Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari UEFA terkait protes yang diajukan, baik setelah leg pertama maupun leg kedua.

Situasi ini mengingatkan pada musim sebelumnya saat Barcelona juga mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga melawan Inter Milan.

Protes tersebut tidak mendapat respons dari UEFA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang