Barcelona Masih Murka, Protes ke UEFA soal Momen Kontroversial
Barcelona resmi mengajukan keluhan kepada UEFA terkait keputusan kontroversial dalam kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions.
Hasil Liga Champions Barcelona vs Atletico Madrid 0-2 dalam babak perempat final di Stadion Camp Nou pada hari Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.
Dua gol Atletico Madrid ke gawang Barcelona dalam babak perempat final Liga Champions dicetak oleh Julian Alvarez pada menit ke-45 dan Alexander Sorloth pada menit ke-70.
Ada satu momen dalam laga tersebut yang membuat kubu Catalan meradang.
Insiden itu adalah dugaan handball oleh bek Atletico, Marc Pubill, yang tidak berujung penalti meski memicu protes keras dari para pemain Barcelona.
Dalam pernyataan resmi, Barcelona menyebut keputusan wasit serta tidak adanya intervensi VAR sebagai kesalahan signifikan.
“Klub menilai bahwa tindakan wasit bertentangan dengan regulasi yang berlaku dan secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan serta hasil akhir,” bunyi pernyataan klub.
Barcelona juga meminta UEFA membuka investigasi terhadap insiden tersebut, termasuk akses terhadap komunikasi perangkat pertandingan.
“Keputusan ini, bersama dengan kegagalan VAR untuk melakukan intervensi, merupakan kesalahan signifikan. Oleh karena itu, klub meminta dibukanya investigasi, akses terhadap komunikasi wasit, serta pengakuan resmi atas kesalahan tersebut,” lanjut pernyataan tersebut.
Klub juga menyoroti bahwa kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi dalam beberapa edisi Liga Champions.
Kronologi Insiden Handball
Insiden terjadi pada awal babak kedua ketika Atletico melakukan tendangan gawang. Kiper Juan Musso sempat menyentuh bola sebelum mengumpannya ke Pubill di dalam kotak penalti.
Pubill kemudian menghentikan bola menggunakan tangan sebelum mengoper kembali kepada Musso.
Para pemain Barcelona langsung meminta penalti.
Jika diberikan, Pubill berpotensi menerima kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan, menyamakan jumlah pemain setelah Pau Cubarsi mendapat kartu merah akibat pelanggaran orang terakhir.
Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 8 April 2026.
Wasit Istvan Kovacs tidak memberikan pelanggaran, dan VAR juga tidak melakukan peninjauan lanjutan.
Flick Pertanyakan VAR
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, secara terbuka mengkritik keputusan tersebut.
“Situasi handball itu sangat jelas. Saya tidak tahu mengapa VAR tidak masuk. Kita semua bisa membuat kesalahan, tetapi situasi seperti ini alasan adanya VAR. Saya tidak bisa memahaminya karena biasanya itu penalti dan kartu kuning kedua,” ujar Flick.
Dalam laga tersebut, Atletico memastikan kemenangan melalui gol tendangan bebas Julian Alvarez dan gol babak kedua dari Alexander Sorloth.
Kedua tim dijadwalkan kembali bertemu pada leg kedua di Stadion Metropolitano.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang