Thierry Henry Bicara Kartu Merah Cubarsi dan Sorot Sang Wasit
Legenda sepak bola Perancis, Thierry Henry, mengkritik keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Pau Cubarsi dalam laga Barcelona kontra Atletico Madrid.
Hasil Liga Champions Barcelona vs Atletico Madrid 0-2 dalam babak perempat final di Stadion Camp Nou pada hari Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.
Bek Barcelona, Pau Cubarsi diusir keluar lapangan pada menit ke-44 setelah dianggap menggagalkan peluang emas milik Giuliano Simeone dalam situasi satu versus satu dengan kiper Barcelona sedikit di luar kotak penalti Blaugrana.
Istvan Kovacs, wasit yang memimpin laga itu memberikan kartu merah kepada Pau Cubarsi setelah meninjau ulang insiden pelanggaran melalui monitor VAR.
Henry: Bukan Kartu Merah, Situasi Belum Jelas
Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, ??pada 8 April 2026.
Dilansir dari CBS, Henry menilai keputusan tersebut berlebihan karena situasi belum sepenuhnya memenuhi kriteria peluang mencetak gol jelas.
“Tidak, tidak, tidak… menurut saya, itu bukan kartu merah,” ujar Henry.
Henry menilai konteks kejadian di lapangan tetap harus menjadi pertimbangan utama meski memahami dasar aturan yang digunakan sang pengadil dalam situasi DOGSO alias penggaran orang terakhir.
“Saya mengerti aturannya. Pemain terakhir, menggagalkan peluang mencetak gol, tetapi Anda harus melihat situasinya. Bola tidak sepenuhnya terkendali, sudutnya tidak sempurna, dan masih ada jarak ke gawang,” tambahnya.
Henry juga mempertanyakan apakah peluang tersebut benar-benar akan berujung gol.
“Apakah kita yakin dia akan mencetak gol? Saya tidak yakin,” lanjutnya.
Keputusan Dinilai Mengubah Jalannya Laga
Lebih lanjut, mantan striker Arsenal dan Barcelona itu menilai kartu merah tersebut berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
“Bagi saya, itu kartu kuning, bukan kartu merah. Begitu Anda mengusirnya, seluruh jalannya pertandingan berubah,” kata Henry.
Ia menegaskan bahwa keputusan krusial di ajang sebesar Liga Champions seharusnya diambil dengan penuh pertimbangan.
“Di Liga Champions, Anda harus 100 persen yakin. Saya pikir wasit terlalu cepat bertindak,” tutup Henry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang