Tottenham Tumbang dari Crystal Palace 1-3, Igor Tudor: Kartu Merah Mengubah Segalanya
Pelatih interim Tottenham Hotspur, Igor Tudor, menyatakan kekecewaannya setelah timnya kalah 1-3 dari Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Jumat 6 Maret 2026 dini hari WIB. Tudor menilai kartu merah yang diterima Micky van de Ven menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
Tottenham sebenarnya sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya harus bermain dengan 10 pemain. Situasi tersebut, menurut Tudor, membuat timnya kesulitan mempertahankan keunggulan hingga akhirnya Crystal Palace mampu membalikkan keadaan.
“Kami kecewa kalah dalam pertandingan ini. Kami memulai dengan baik dan unggul 1-0, lalu kartu merah mengubah jalannya pertandingan. Pertandingan menjadi sangat berbeda setelah itu,” ujar Tudor dikutip dari laman resmi klub.
Bek Tottenham Hotspur, Micky van de Ven
Crystal Palace sempat mencetak gol lebih dulu melalui Ismaila Sarr pada menit ke-29. Namun gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan wajah Sarr berada dalam posisi offside.
Tak lama setelah pertandingan dilanjutkan, Tottenham justru berhasil memimpin pada menit ke-34 melalui Dominic Solanke yang menyambar umpan tarik Archie Gray.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Crystal Palace mendapat hadiah penalti setelah Sarr ditarik oleh Micky van de Ven di kotak penalti. Wasit tidak hanya menunjuk titik putih, tetapi juga mengeluarkan kartu merah untuk Van de Ven karena dianggap menggagalkan peluang mencetak gol.
Sarr yang maju sebagai eksekutor berhasil menuntaskan penalti dengan tenang pada menit ke-40 untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Memasuki masa injury time babak pertama, Tottenham kembali melakukan kesalahan di lini belakang. Adam Wharton merebut bola dan memberikan umpan kepada Jorgen Strand Larsen yang kemudian mencetak gol untuk membawa Crystal Palace berbalik unggul 2-1.
Crystal Palace menambah satu gol lagi di masa tambahan waktu. Sarr yang menerima assist dari Wharton berhasil berhadapan langsung dengan kiper Guglielmo Vicario sebelum mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut dan mengubah skor menjadi 3-1.

Tudor mengatakan timnya sebenarnya berusaha memperbaiki permainan setelah jeda, namun situasi di lapangan membuat rencana tersebut sulit dijalankan.
“Sayangnya, kami ingin meningkatkan performa di babak kedua tetapi kami tidak berhasil,” katanya.
Pelatih asal Kroasia itu juga memahami kekecewaan para suporter Tottenham yang memilih meninggalkan stadion lebih awal saat timnya tertinggal.
“Tentu saja saya mengerti perasaan para penggemar. Itu hal biasa yang terjadi di sepak bola. Mereka kecewa. Mereka menginginkan lebih. Kami menyadari itu. Kami juga ingin memberikan lebih,” ujar Tudor.
Meski hasilnya negatif, Tudor mengaku tetap melihat hal positif dari permainan timnya. Ia bahkan menyatakan rasa percaya dirinya justru meningkat setelah pertandingan tersebut.
“Saya akan memberi tahu Anda sekarang, mungkin kedengarannya aneh, tetapi saya lebih percaya diri setelah pertandingan ini daripada sebelumnya. Saya melihat sesuatu,” kata Tudor.
Ia menegaskan fokusnya saat ini adalah memilih pemain yang tepat agar tim dapat kembali ke jalur yang diinginkan.
“Saya perlu memilih pemain yang tepat karena kapal ini menuju ke arah yang saya inginkan dan perlu. Siapa pun yang berada di kapal dapat tetap tinggal. Jika tidak, mereka dapat meninggalkan kapal,” ujarnya.
Tudor juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan tim di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Tottenham.
“Dengan semua masalah yang kita hadapi sekarang, absennya para bek hari ini dan bek sayap, ini adalah masalah yang sudah kita ketahui. Kita perlu tetap bersatu sekarang,” katanya.
“Jangan membuat kesalahan. Ini adalah kunci dalam sepak bola. Tetap fokus dan jangan membuat kesalahan,” sambung Tudor.
Meski Tottenham sedang berada dalam periode sulit, Tudor menegaskan timnya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi. “Masih ada sembilan pertandingan lagi yang harus dimainkan,” kata Tudor.
Saat ditanya mengenai masa depannya di kursi pelatih Tottenham, Tudor menolak memberikan komentar. “Saya hanya punya pekerjaan yang harus dilakukan, dan itu saja,” tandasnya.