Mengapa Bahaya Main Layang-layang Dekat Rel Kereta Whoosh?

Mengapa Bahaya Main Layang-layang Dekat Rel Kereta Whoosh?

Meski terlihat sepele, bermain layang-layang di dekat rel kereta cepat Whoosh dapat menimbulkan dampak besar.

Aktivitas tersebut berpotensi mengganggu sistem kelistrikan yang menopang operasional kereta sampai menyebabkan keterlambatan perjalanan Whoosh.

layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh,” kata General Manager Corporate Secretary Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Masyarakat diimbau untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal tiga kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh.

Pasalnya, layang-layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) yang menjadi sumber tenaga utama operasional Whoosh.

Eva menjelaskan bahwa jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi sehingga layang-layang atau benang yang tersangkut dapat merusak jaringan listrik aliran atas, maupun pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik selama perjalanan.

Dampaknya tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, tetapi juga menyebabkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang.

Cara KCIC mencegah layang-layang tersangkut di jalur Whoosh

KCIC secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional, memasang papan imbauan keselamatan, serta mengamankan layang-layang maupun benang yang ditemukan di sekitar jalur.

Pihak kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat.

"Selain pengawasan di lapangan, KCIC secara aktif melaksanakan program sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan pelajar yang berada di sekitar jalur operasional," tutur Eva.

Mengapa Bahaya Main Layang-layang Dekat Rel Kereta Whoosh?

Terhitung sepanjang 2024 hingga Mei 2026, KCIC telah melaksanakan 46 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menjangkau 38 sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMP dengan total 7.827 siswa, serta masyarakat di enam kecamatan di wilayah yang rentan mengalami gangguan layang-layang.

“Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat," ujar Eva.

452 layang-layang ditemukan di jalur Whoosh

Total 452 layang-layang dan benangnya yang ditemukan di sekitar jalur operasional Whoosh, terutama di kawasan Padalarang, Cimahi, dan Bandung.

Mengapa Bahaya Main Layang-layang Dekat Rel Kereta Whoosh?

WIKA rugi triliunan setiap tahun dari kepemilikan sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI) yang jadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.

Jumlah temuan tersebut terdiri dari 25 temuan pada 2024, meningkat menjadi 317 temuan pada 2025, serta 110 temuan pada periode Januari hingga Mei 2026.

Memasuki periode libur sekolah pada bulan Juni, KCIC kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jalur operasional Kereta Cepat Whoosh.

Seiring meningkatnya aktivitas bermain layang-layang selama masa liburan, potensi gangguan terhadap keselamatan dan operasional kereta cepat juga perlu diwaspadai bersama.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalur kereta cepat, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di sekitar jalur Whoosh,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang