Top 74.263+ Orang Sudah Menyeberang dari Bali ke Jawa, Jumlah Melonjak dari 2025

Gilimanuk, ASDP, 74.263 Orang Sudah Menyeberang dari Bali ke Jawa, Jumlah Melonjak dari 2025

Sebanyak 74.263 orang tercatat menyeberang dari Bali ke Jawa hingga H-4 menjelang Hari Raya Nyepi Ddan Idul Firi 2026. 

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 17 Maret 2026 (H-4), tercatat 25.105 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 1,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.716 uni). 

Kenaikan terbesar terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik 7,2 persen. 

Kendaraan roda empat tercatat 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit. 

Total trip kapal mencapai 243 trip. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, total penumpang mencapai 383.398 orang, sedangkan total kendaraan menembus 122.892 unit, meningkat 2,6 persen dibanding tahun lalu.

ASDP Operasikan Kapal Perbantuan

Tingginya arus kendaraan mendorong ASDP untuk menerapkan langkah taktis di lapangan. 

Salah satunya adalah pengerahan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara (JN) ke lintasan Ketapang–Gilimanuk. 

Kapal tambahan ini dioperasikan untuk mempercepat proses bongkar muat sekaligus menambah kapasitas angkut kendaraan.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan seluruh sumber daya difokuskan untuk menstabilkan layanan di lapangan.

“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Pemantauan lapangan pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.00 Wita menunjukkan antrean kendaraan di Desa Melaya sepanjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. 

Dengan penambahan kapasitas layanan dan pengaturan arus lebih terstruktur, antrean mulai menunjukkan perbaikan.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi real-time.

“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap,” jelasnya.

ASDP memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan tetap diperkuat selama periode Angkutan Lebaran. 

Pengguna jasa diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang