Kata-kata Massimiliano Allegri Jelang Lazio Vs AC Milan
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menegaskan Inter Milan adalah favorit juara Serie A Liga Italia. Adapun Milan lebih fokus memastikan kelolosan ke Liga Champions.
Allegri kemudian memprediksi berapa banyak poin tambahan yang diperlukan Rossoneri untuk mencapai target utama mereka musim ini.
Spirit Milan sedang tinggi setelah berhasil mengalahkan rival sekota dan pemimpin klasemen Serie A, Inter Milan, pada pekan ke-28 lalu dengan skor 1-0 dalam laga bertajuk Derby della Madonnina.
Hasil itu merupakan kemenangan kedua berturut-turut Rossoneri asuhan Allegri atas Nerazzurri musim ini.
Milan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan derbi terakhir melawan Inter. Walau begitu, Inter masih memimpin klasemen Serie A Liga Italia dengan keunggulan tujuh poin atas AC Milan, ketika kompetisi tinggal menyisakan 10 pertandingan.
Banyak yang beranggapan bahwa kemenangan Milan atas Inter dalam derbi menjaga persaingan berburu gelar tetap hidup.
Allegri enggan timnya terbeban dengan itu dan tetap menegaskan bahwa fokus timnya adalah meraih tempat di empat besar dan tiket kelolosan ke Liga Champions musim depan.
Pandangan ini diutarakan Allegri dalam konferensi pers jelang pertandingan pekan ke-29 Liga Italia melawan Lazio, Minggu (15/3/2026) atau Senin dini hari WIB.
Jelang lawatan ke markas Lazio, Milan mendapatkan suntikan semangat berupa kedatangan penyerang legendaris mereka, Andriy Shevchenko, di sentra latihan mereka, Milanello, pada Jumat (13/3/2026)
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya, staf, dan seluruh tim. Kami berharap dia membawa keberuntungan sebelum pertandingan besok,” ujar Allegri dilansir Football Italia dari Tuttomercatoweb.
Allegri Fokus ke Lazio, Beranjak dari Kemenangan Derbi
Allegri kemudian menjelaskan situasi tim usai kemenangan krusial di Derby della Madonnina atas Inter.
“Kami semua senang setelah pertandingan terakhir dan memang seharusnya demikian, tetapi tim kembali ke keadaan tenang pada hari Selasa,” katanya.
“Sekarang kami menghadapi Lazio, yang selalu merupakan pertandingan yang rumit karena tim (Maurizio) Sarri sulit untuk dihadapi. Bagi kami ini adalah pertandingan penting karena kami ingin melangkah maju.”
Dalam hampir setiap konferensi persnya musim ini, Allegri tetap berpegang pada pendapat bahwa Milan tidak fokus pada perebutan gelar.
Rafael Leao (kiri) dibayangi Manuel Akanji (kanan) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 8 Maret 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)
Target Utama Kembali ke Liga Champions
Tetapi tujuan utama Rossoneri adalah kembali ke Liga Champions untuk musim 2026-2027.
“Ini bukan soal mencoba memenangkan Scudetto,” kata Allegri.
“Kami harus berusaha memenangkan pertandingan karena Anda tidak akan ke mana-mana hanya dengan 60 poin. Inter memiliki keunggulan tujuh poin, mereka telah menunjukkan bahwa mereka yang terbaik dan terkuat.”
“Ada juga tim di belakang kami yang mengejar. Kami harus memenangkan lebih banyak pertandingan untuk mencapai kuota tertentu. Kami harus memenangkan lima pertandingan lagi untuk masuk ke empat besar.”
“Kami harus mencapai hasil kami sendiri terlepas dari yang lainnya, kemudian kami akan memastikan bahwa yang di belakang kami tidak dapat mengejar.”
Ketika bertamu ke Lazio, Milan akan bermain tanpa Adrien Rabiot yang terkena skorsing. Allegri mengaku belum memikirkan siapa pengganti untuk Rabiot.
“Angka selalu berkurang. Saya tidak tahu siapa di antara (Ardon) Jashari atau (Samuele) Ricci yang akan bermain, tetapi yang penting adalah tim memberikan penampilan kolektif yang baik, dengan organisasi dan kesadaran. Lazio sering mencetak gol di akhir pertandingan.”
“Untungnya akan ada stadion penuh dengan 10.000 penggemar Milan besok, yang sangat penting bagi kami.”
Allegri juga memberikan gambaran tentang komposisi tim dalam laga tandang melawan Lazio.
“(Santiago) Gimenez tidak akan ada di sana besok, tetapi dia baik-baik saja dari segi psikologis.”
Kendati demikian, Allegri masih bisa mengandalkan para penyerangnya yang lain semodel Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Christopher Nkunku.
“Secara fisik, dia jauh lebih baik. Dia bermain baik di derby. Dia terus berkembang. Dia, Leao, Fullkrug, dan bahkan Nkunku semua dalam performa yang baik.”
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Mereka tidak banyak kebobolan. Ini akan menjadi pertandingan besar bagi mereka, karena mereka ingin mencoba mengalahkan Milan, dan penting bagi kami karena itu akan memungkinkan kami mengambil langkah kecil ke depan.”
Allegri juga memberikan penilaiannya tentang Liga Champions musim ini dan kiprah mengecewakan dari para wakil Italia. Serie A hanya menyisakan Atalanta di 16 besar Liga Champions 2025-2026.
“Sepak bola itu hebat karena bisa diperdebatkan, dan karena situasi ini berubah setiap tahun. Saat ini, melihat tahap akhir, bahkan tim-tim Inggris mengalami kesulitan.”
“Format ini menyenangkan di satu sisi, ada banyak pertandingan, tetapi Anda berisiko menemukan diri Anda di sisi ‘salah’ dari klasemen. Mungkin tahun depan akan berbeda. Yang penting adalah ikut bermain. Kemudian kita akan lihat apa yang bisa dilakukan semua orang. Tidak ada aturan.”
Allegri juga mengingatkan satu hal terakhir tentang apa yang ia harapkan untuk dicapai sebelum akhir musim.
“Ambisi kami bukanlah Scudetto, tetapi melakukan yang terbaik, berkomitmen setiap hari. Kita akan lihat siapa yang ‘terbaik’ nanti karena musim ini masih panjang dan yang terbaik sepanjang tahun selalu memenangkannya.” tutur pelatih asal Livorno tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang