Apa Itu Tramadol? Obat Keras yang Diduga Dijual Bebas hingga Picu Aksi Warga di Pasar Rebo

Sejumlah toko yang diduga menjual obat keras tramadol secara bebas dilempari petasan oleh warga.
Aksi tersebut terekam oleh kamera, dan videonya langsung viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @badanperwakilannetizen, terlihat warga melemparkan petasan ke arah toko yang diduga menjual obat keras tersebut, yang terletak di kawasan Kalisari dan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Akbar, perekam video (bukan nama sebenarnya), mengaku ikut aksi warga lantaran kesal, karena laporan warga kepada polisi tidak pernah ditindaklanjuti.
"Kami atas inisiatif sendiri menggunakan petasan. lapor polisi enggak didenger, habis didatangi. Seminggu kemudian buka lagi, makanya kami lempari petasan," ucap Akbar saat dikonfirmasi , Senin (9/3/2026).
Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya sendiri telah memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti video yang viral di media sosial tersebut.
Namun ia menegaskan, bahwa sebelumnya polisi sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko yang diduga menjual tramadol.
"Sudah pernah dilakukan razia di toko yg diduga menjual obat-obat keras, namun tidak ditemukan," katanya.
Lantas, apa itu tramadol? Dan apa bahayanya?
Mengenal tramadol
Dilansir dari (10/8/2024), tramadol termasuk obat keras yang diresepkan untuk meredakan nyeri.
Penggunaan obat tramadol tidak boleh sembarangan. Bahkan, ada banyak peringatan untuk menggunakan obat ini.
Tramadol adalah obat agonis opioid yang tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul lepas cepat (immediate-release) atau perlahan (extended-release).
Obat immediate-release adalah obat yang hancur dengan cepat untuk melepaskan zat aktifnya dalam tubuh. Sedangkan, obat extended-release adalah obat yang melepaskan zat aktifnya secara perlahan di dalam tubuh.
Fungsi utama tramadol sendiri adalah untuk meredakan nyeri tingkat sedang hingga berat.
Dikutip dari Cleveland Clinic, tramadol diresepkan dokter ketika obat pereda nyeri lainnya tidak bekerja atau tidak dapat ditoleransi oleh pasien.
Obat tramadol bekerja dengan memblokir sinyal rasa sakit di otak. Oleh karena itu, tramadol termasuk dalam kelompok obat yang disebut opioid.
Obat ini tidak diperuntukkan digunakan bersama dengan orang lain, karena tramadol diresepkan dokter per individu pasien.
Satu pasien dengan pasien yang lain bisa memerlukan resep berbeda, meski sama-sama menderita nyeri.
Saat pasien tak sengaja melewatkan satu dosis, maka disarankan ambil satu dosis yang seharusnya. Tidak dianjurkan untuk mengambil dosis ganda atau ekstra.
Efek samping tramadol
Dicukil dari Healthline, berikut beberapa efek samping obat tramadol yang umum:
- Pusing
- Sakit kepala
- Mengantuk
- Mual dan muntah
- Sembelit
- Kekurangan energi
- Berkeringat
- Mulut kering
- Gatal
Efek di atas termasuk ringan, yang dapat hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu.
Selain itu, ada beberapa efek samping obat tramadol yang serius yang perlu lebih diperhatikan, seperti:
- Terkait serotonin: detak jantung cepat, tekanan darah tinggi, suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya, refleks yang lebih kuat dari biasanya, gangguan pada koordinasi tubuh atau kontrol gerak, mual dan muntah, diare, berperilaku agresif, halusinasi, koma.
- Terkait pernapasan: laju pernapasan melambat, pernapasan sangat dangkal, pingsan, pusing, atau kebingungan.
- Terkait kecanduan dan penarikan obat: mudah tersinggung, cemas, atau gelisah, kesulitan tidur, tekanan darah naik, pernapasan cepat, detak jantung cepat, pupil mata membesar, mata berair, pilek, menguap, mual dan muntah, nafsu makan hilang, berkeringat, panas dalam, nyeri otot, nyeri punggung, atau nyeri sendi.
- Terkait insufisiensi adrenal: kelelahan yang berkepanjangan, otot melemah, sakit di perut.
- Terkait defisiensi androgen: kelelahan, kesulitan tidur, penurunan energi, kejang, kecanduan.
Efek samping kecanduan tramadol
Menurut laman Addiction Center, mereka yang menyalahgunakan tramadol jangka panjang berisiko mengalami kecanduan.
Dalam beberapa kasus, bahkan orang yang mengikuti petunjuk dokternya pun bisa menjadi kecanduan. Hal ini terjadi setelah penggunaan tramadol yang sering dan berkepanjangan, sehingga banyak orang mengembangkan toleransi terhadap obat ini.
Efeknya, mereka harus meminum dosis yang lebih besar untuk merasakan efek obat.
Orang yang menyalahgunakan tramadol biasanya merasa santai dan bahagia. Namun sebagai depresan sistem saraf pusat (SSP), tramadol memperlambat fungsi paru-paru dan jantung.
Mereka yang menggunakan tramadol dengan dosis sangat besar (jauh lebih tinggi dari yang diresepkan) mungkin akan mengalami overdosis yang fatal hingga berujung ke kematian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang