Dilarang Ditebang dan Dipercaya Angker, Kisah Pohon Waru Jadi Film Horor

Film Waru.
Film Waru.

 Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan semata-mata untuk memberi keteduhan. Sebagian pohon dipercaya menyimpan energi gelap, menjadi saksi tragedi, bahkan berfungsi sebagai perlintasan makhluk tak kasat mata. Salah satu yang paling dikenal dalam mitologi Jawa adalah Pohon Waru.

Mitos itulah yang menjadi napas utama film horor terbaru berjudul Waru. Film ini menghadirkan horor berbasis kearifan lokal, dengan cerita yang berangkat dari kisah-kisah mistis yang selama ini hidup dan dipercaya masyarakat. Scroll untuk info lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, Waru tidak sekadar menyuguhkan teror instan. Film ini berupaya menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan dari mulut ke mulut, mulai dari larangan menebang Pohon Waru, kisah orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius yang konon kerap terjadi di sekitarnya.

Produser Aji Fauzi menggandeng Chiska Doppert sebagai sutradara, dengan Ery Sofid sebagai penulis skenario. Kolaborasi ini melahirkan horor yang tidak hanya mengandalkan visual menyeramkan, tetapi juga menghadirkan tekanan emosional dan spiritual yang membekas.

Deretan pemain lintas generasi memperkuat film ini, di antaranya Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, hingga aktris senior Yatti Surachman. Yatti memegang peran krusial sebagai sosok Iblis Waru, entitas jahat yang menjadi pusat teror dalam cerita.

Sutradara Chiska Doppert menegaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.

“Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, Orang tua dulu melarang kita melewati pohon Waru di saat Magrib bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya," jelas Chiska kepada wartawan.

Kepercayaan tersebut semakin menguat karena banyaknya kisah nyata tentang orang yang tiba-tiba jatuh sakit, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar Pohon Waru tertentu.

Penulis skenario Ery Sofid menambahkan bahwa Pohon Waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Waru kerap ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi. Bahkan, jenis Waru Gunung dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur, daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.

Untuk memperkuat atmosfer cerita, proses syuting Waru dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo, dan Gunung Lawu. Pemilihan lokasi ini menjadi bagian penting dalam membangun nuansa horor yang autentik dan membumi.

Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa Waru dirancang sebagai pengalaman horor berskala nasional.

“Mulai 12 Februari 2026, Iblis Waru akan gentayangan di bioskop kesayangan Anda,” ujarnya.

Meski mengusung horor mitologis, Waru tampil dengan pendekatan berbeda. Film ini menonjolkan drama yang kuat, konflik emosional antartokoh, serta plot twist yang tak terduga. Alhasil, Waru tidak hanya menjadi tontonan menakutkan, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang terus menghantui lintas generasi.

Penonton akan dibuat merinding oleh teror Iblis Waru yang bersemayam di pohon tempat pemujaan pesugihan kepala. Film ini menampilkan kengerian sebuah pohon dengan akar-akar yang merambat dan memenggal kepala korbannya, tanpa terasa berlebihan.

Sinopsis Film Waru

Terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya, tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Namun pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit, hingga kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daullay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail).

Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan untuk mencari pohon terkutuk tersebut. Di sana, gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang ternyata merupakan perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno membuka kebenaran mengerikan. Lydia ternyata pernah mengikat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun.

Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian. Kini, satu-satunya jalan keluar adalah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.