Siap Tayang Awal 2026: Komedi Horor GHOSTHING Jadi Andalan Masuk Deretan 5 Judul Film Terbaru

CEO Imperial Pictures, CEO Peter Surya Wijaya.
CEO Imperial Pictures, CEO Peter Surya Wijaya.

 Rumah produksi Imperial Pictures mengumumkan rencana produksi sejumlah film baru. Mereka ingin terus menyumbang karya terbaik bagi kemajuan industri film Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai lokal ke khalayak yang lebih luas.

Meski tergolong pemain baru—didirikan pada tahun 2020—Imperial Pictures menegaskan bahwa kualitas menjadi fokus utama. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

CEO sekaligus Produser Imperial Pictures, Peter Surya Wijaya, menegaskan bahwa semangat timnya adalah untuk berkembang melalui karya, bukan sekadar mengejar kuantitas produksi.

"Meskipun tergolong baru di industri film, Imperial Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya lintas genre yang merepresentasikan budaya Indonesia," ujar Peter Surya Wijaya saat berbicara dari kantor Imperial Pictures, Kuningan, Jakarta Selatan.

Mengawali kiprahnya, Imperial Pictures sempat berkolaborasi dengan production house lain. Kolaborasi ini sukses menggarap film-film populer seperti Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020) dan Merindu Cahaya de Amstel (2022).

Berbekal pengalaman tersebut, Imperial Pictures kini mantap melangkah memproduksi film secara mandiri. Dua karya mandiri mereka, Kromoleo karya sutradara Anggy Umbara dan Assalamualaikum Beijing 2 : Lost in Ningxia karya Guntur Soeharjanto, sukses memadukan kekuatan cerita lokal dengan sentuhan sinematik yang modern.

Saat ini, Imperial Pictures sedang tancap gas mempersiapkan lima judul film baru yang mencakup beragam genre, mulai dari drama, horor, hingga komedi.

Satu judul yang menarik perhatian adalah film komedi horor berjudul “GHOSTHING”. Film ini disutradarai oleh Arie Aziz dan dibintangi oleh jajaran aktor muda berbakat seperti Yasamin Jasem, Baskara Mahendra, dan Leony Fitria.

Peter menjelaskan, tim produksi telah menyelesaikan proses syuting GHOSTHING. Film tersebut kini memasuki tahap pascaproduksi dan siap tayang di bioskop pada awal tahun depan.

Peter menyadari betul bahwa industri film Indonesia saat ini diwarnai tantangan dan kompetisi yang ketat. Namun, ia melihat kondisi ini sebagai peluang emas untuk terus belajar dan berkembang.

"Dengan jumlah penonton Indonesia yang begitu besar dan beragam, kami yakin masih banyak ruang untuk berkreasi dan berkolaborasi. Yang penting, kami ingin terus konsisten menghadirkan film yang berkualitas," tuturnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen Imperial Pictures untuk terus tumbuh bersama penonton sinema nasional.

"Kami menyadari bahwa perjalanan ini masih panjang, dan masih banyak yang bisa kami pelajari. Namun dengan dukungan penonton Indonesia, Imperial Pictures berkomitmen untuk terus tumbuh dan menghadirkan film yang dekat dengan hati masyarakat," ujarnya.