Top 11+ Cara Praktis Perbaiki Kuku Rusak Pasca-Manikur Gel
- 1. Lembapkan secara teratur
- 2. Gunakan krim atau minyak kutikula
- 3. Rendam kuku dalam minyak zaitun
- 4. Pijat ujung-ujung jari
- 5. Gunakan asam hialuronat
- 6. Tingkatkan konsumsi biotin
- 7. Gunakan perawatan keratin
- 8. Perkuat dengan kolagen dan ekstrak kamelia
- 9. Ubah cara menghapus cat kuku
- 10. Kenakan sarung tangan
- 11. Jangan gunakan kuku sebagai alat bantu
Penggunaan manikur gel memang memberikan tampilan kuku yang cantik, berkilau, dan tahan lama.
Namun, proses penghapusan yang kurang tepat sering kali meninggalkan masalah seperti kuku tipis, rapuh, hingga mengelupas.
Kabar baiknya, kerusakan tersebut biasanya dapat dipulihkan dengan memadukan perawatan yang tepat, penggunaan bahan-bahan yang lembut, dan perhatian ekstra, dilansir dari Byrdie, Senin (2/3/2026).
Cara memperbaiki kuku setelah memakai manikur gel
1. Lembapkan secara teratur
Membiasakan diri untuk selalu menjaga kelembapan tangan merupakan langkah yang tepat untuk memperbaiki kuku yang rusak secara rutin.
Manicurist sekaligus pendiri lini perawatan kuku Deborah Lippmann menyarankan untuk meletakkan botol losion di beberapa titik untuk memudahkan tahap ini. Lippmann juga menyarankan untuk memakai krim tangan tepat setelah mengoleskan minyak kutikula.
Ilustrasi kuku. Tren kuku 2025 menghadirkan warna hangat, kilau lembut, dan desain ceria yang memberi kebebasan berekspresi di segala musim.
2. Gunakan krim atau minyak kutikula
Pakar kuku Rita Remark menjelaskan, salah satu teknik termudah untuk memulihkan kuku yang bermasalah adalah dengan mengoleskan minyak kutikula, lalu melapisi permukaannya dengan krim tangan.
"Minyak kutikula memberikan vitamin dan nutrisi, sedangkan krim akan mengunci kelembapan. Kehilangan kelembapan adalah gejala umum dari kerusakan kuku akibat gel," ujar dia.
Lippmann menambahkan, penggunaan minyak kutikula bisa membantu melembutkan dan menghidrasi kutikula.
"Setiap tetesnya melembutkan kutikula dengan minyak jojoba dan kelapa, sekaligus melindunginya dengan vitamin E," kata dia.
Kamu tidak perlu mengoleskan minyak kutikula secara berlebihan. Lalu, jangan mencuci tangan selama 20 menit setelah pengolesan agar minyak dapat terserap sempurna.
3. Rendam kuku dalam minyak zaitun
Ilustrasi minyak zaitun.
Ini merupakan salah satu cara paling ekonomis untuk melakukan perbaikan kuku secara mandiri di rumah. Rendamlah kuku di dalam minyak zaitun selama lebih kurang 10-15 menit setiap hari.
Jika memiliki masalah kulit kering, merendam kaki atau tangan saat cuaca sedang kering bisa juga bisa menjadi perawatan bagi kulit.
"Kutikula adalah ujung dari kulit dan berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh, guna mencegah infeksi," tutur Lippmann.
"Menjaga kutikula tetap lembap membantu menjaganya tetap sehat, dan kutikula yang sehat adalah kunci bagi pertumbuhan kuku yang sehat," lanjut dia.
4. Pijat ujung-ujung jari
Remark mengatakan, memijat ujung-ujung jari bisa membantu memperbaiki kuku yang rusak. Ini bisa dilakukan ketika kamu mengoleskan minyak kutikula.
"Saya juga menyarankan untuk mengikir kuku setiap tiga hari sekali untuk merangsang aliran darah, yang dapat meningkatkan penyaluran nutrisi penting dan memperbaiki sirkulasi," kata Remark.
"Anggaplah ini sebagai teknik yang sama dengan yang kamu gunakan untuk memanjangkan rambut, yaitu memotong sedikit ujungnya setiap beberapa bulan untuk mengatasi ujung yang mati dan merangsang pertumbuhan," tutur dia.
5. Gunakan asam hialuronat
Ilustrasi skincare.
Jika enggan melakukan perawatan dengan minyak karena takut lengket, cobalah gunakan asam hialuronat.
Bahan yang populer dalam produk perawatan wajah ini memberikan kekuatan hidrasi yang sama besarnya bagi kutikula dan dasar kuku yang kering.
6. Tingkatkan konsumsi biotin
Biotin adalah nutrisi paling populer untuk kesehatan rambut, kulit, dan kuku. Konsumsi suplemen ini 30 mikrogram setiap hari, dan pertimbangkan untuk menambahkan multivitamin ke dalam asupan kesehatan harian.
Namun, Remark mengingatkan agar kamu tidak mengharapkan hasil yang instan, mengingat kuku memerlukan waktu beberapa bulan untuk tumbuh.
"Kuku membutuhkan waktu tiga bulan untuk tumbuh dari akar hingga ujung, jadi bersabarlah. Kau akan melihat kuku yang mendasar lebih kuat seiring berjalannya waktu," ujar dia.
7. Gunakan perawatan keratin
Ilustrasi kuku. Tren kuku 2025 menghadirkan warna hangat, kilau lembut, dan desain ceria yang memberi kebebasan berekspresi di segala musim.
Kamu mungkin mengira perawatan keratin hanya ditujukan bagi rambut. Namun, perawatan ini sebenarnya juga bisa diaplikasikan pada kuku, terutama setelah kamu melepas kuku akrilik atau gel.
"Keratin adalah protein alami yang membentuk blok bangunan bagi kulit, rambut, dan kuku. Perawatan keratin dapat membantu memperkuat kuku, dan mencegah kuku mengelupas, pecah, atau patah," jelas Lippmann.
8. Perkuat dengan kolagen dan ekstrak kamelia
Selain pilihan keratin, Remark sangat menganjurkan penggunaan produk yang mengandung bahan-bahan seperti kolagen dan ekstrak bunga kamelia secara konsisten.
9. Ubah cara menghapus cat kuku
Meminimalkan paparan terhadap produk yang mengandung bahan kimia keras adalah salah satu cara terbaik untuk memperbaiki kuku yang rusak.
Hindari penggunaan aseton tanpa bahan pelindung agar kesehatan kuku tetap terjaga. Gunakan penghapus cat kuku yang mampu menghidrasi sekaligus menjaga kelembapan esensial kuku, tanpa meninggalkan sisa residu.
10. Kenakan sarung tangan
Ilustrasi sarung tangan karet, sarung tangan medis.
Tangan manusia bersentuhan dengan berbagai zat kimia keras setiap harinya. Pilihlah sabun atau pembersih yang lembut, dan selalu gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan yang berisiko merusak kulit dan kuku.
"Menjaga tangan dan kuku, termasuk kutikula, agar tetap terawat sangat penting untuk menjaga kesehatan tangan dan memperpanjang usia manikur. Selalu kenakan sarung tangan saat mencuci piring atau melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya untuk melindungi kilau dan keawetan manikur," terang Lippmann.
11. Jangan gunakan kuku sebagai alat bantu
Beberapa orang dengan kuku yang panjang, sering kali tidak tahan untuk menggunakannya sebagai alat bantu untuk mencongkel atau membuka sesuatu. Padahal, kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan pada dasar kuku dan area di sekitarnya, termasuk kutikula.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang