Review Samsung Galaxy A57 5G: Makin Tipis, Makin Ringan, Apakah Bikin Makin Mantap?

Ini adalah Galaxy A57 5G! Smartphone mid range andalan Samsung di tahun 2026.

  • Sekarang bodinya makin tipis dan ringan
  • Nggak cuma bodinya saja yang lebih tipis, sekarang bezel layarnya juga dibikin lebih tipis.
  • Lalu dia pakai SoC baru, Exynos 1680, nanti kita lihat sekenceng apa SoC satu ini.
  • Kameranya bisa rekam video 4K depan belakang
  • Fitur AI-nya bertambah dan beneran terpakai.
  • Fitur keamanan juga bertambah. Sekarang ada fitur Private Album, yang sebelumnya cuma ada di S Series

Kami tahu, beberapa dari kalian mungkin udah melihat harga SRP smartphone ini. Tapi perlu kita ingatkan, harga SRP dengan harga yang dijual di toko-toko itu sering berbeda. Dan biasanya harga yang dijual bisa jauh lebih murah ketimbang harga SRP.

Untuk Galaxy A57 sendiri, harganya memang naik karena imbas dari kenaikan harga memori juga. Tapi setelah mengetahui promo-promonya serta harga yang dijual di pasaran, kami bisa bilang kalau kenaikan harganya tidak seekstrim yang kami kira di awal. Dengan harga yang ada di pasaran sekarang, masih menarik kah si A57 ini?

Kita bahas dari paket penjualannya dulu.

Paket penjualan

  • Unit Galaxy A57
  • Kabel USB C
  • SIM Ejector
  • Paket dokumen

Untuk charger memang tidak disediakan di paket penjualan.

Desain Samsung Galaxy A57 5G

Dari segi desain, dilihat sekilas pun, orang-orang pasti langsung tau kalau ini adalah smartphone Samsung. Desainnya yang konsisten membuatnya mudah dikenali dan diingat sama orang.

Dibandingkan A56, ada beberapa perbedaan. Pertama, frame di Galaxy A57 kini dibikin polos, udah gak pakai desain brushed metal lagi seperti di A56. Lalu modul kameranya sedikit beda ya. di A57 modul kameranya pakai desain transparan seperti desain flagship.

Selain itu, desain A57 kini lebih tipis dan ringan, dengan dimensi:

  • Tinggi: 161.5 mm
  • Lebar: 76.8 mm
  • Ketebalan: 6.9 mm

Bobot: Klaimnya Samsung, bobotnya ada di 179 gram. Saat kita timbang, ternyata bobotnya lebih ringan dari klaimnya Samsung, tepatnya di kisaran 177 gram.

Bahkan kami sempat coba timbang pakai case dari Samsung, bobotnya masih di bawah 200 gram. Jadi memang, feel pegang smartphone tuh terasa tipis dan enteng banget.  Overall dari segi desain, peningkatannya memang signifikan, berasa lebih premium.

Meski lebih tipis dan ringan, feelnya tetap terasa kokoh, berkat frame berbahan metal dan bodi belakang berbahan kaca Corning Gorilla Glass Victus+.

Untuk pilihan warna, ada:

  • Awesome Icyblue
  • Awesome Gray
  • Awesome Lilac
  • Awesome Navy, seperti yang kita uji kali ini

Terkait perlindungan, ada peningkatan dari IP67 ke IP68, yang berarti kedap debu dan tahan ditenggelamkan ke air di kedalaman tertentu. Jadi kalau tak sengaja kecemplung ke dalam air, harusnya masih aman. Tapi ingat, ini hanya proteksi kalau tidak sengaja tercebur ke dalam air. Jangan ditenggelamkan secara sengaja apalagi diajak berenang.

Sekarang kita lihat sekeliling bodi smartphone ini.

  • Sisi kanan: tombol power, dan volume up/down. Di area tombol volume dan tombol power ini ada semacam gundukan yang disebut sebagai “Key Island”. Ini udah jadi ciri khasnya A3 dan A5 series ya. 
  • Sisi atas: Lubang microphone
  • Sisi kiri: kosong
  • Sisi bawah: SIM Tray dual SIM, Microphone, Port USB-C, dan grill speaker

Speaker smartphone ini stereo ya, dengan speaker kedua yang merangkap sebagai earpiece. Kualitasnya sendiri udah kelas atas ya. Bass cukup terasa, mid dan treble juga terasa pas di sini. Terkait separasi juga terbilang rapi di sini, sedangkan untuk volume suara, menurut kami sudah terdengar lantang.

Layar 

Beralih ke sisi depan:

  • Ada layar 6.7 inci Super AMOLED Plus
  • Resolusi Full HD+, 2340 x 1080 piksel
  • Refresh rate up to 120 Hz

Untuk bezel, terlihat ya, bezel nya udah makin tipis nih, terlebih untuk sisi samping dan atas layar.

Sisi dagu masih sedikit lebih tebal, membuatnya bukan yang paling simetris, tapi sama sekali tidak mempengaruhi fungsi layar.

  • Terkait brightness, di kondisi indoor, brightness maksimalnya bisa mencapai 433 nits. Sementara kalau kita coba di simulasi outdoor, tingkat kecerahannya bisa mencapai 1215 nits
  • Kita juga coba uji untuk peak brightness, hasilnya brightness maksimalnya bisa mencapai 1828 nits. Ada dua mode warna mode yang disediakan, yaitu Natural dan Vivid.
  • Di mode natural, gamut coverage dan volumenya diarahkan ke 100% sRGB
  • Kalau di mode vivid, kita bisa atur saturasinya sesuai level yang tersedia.
  • Kalau kita tes, level satu di kisaran 85% DCI-P3, level dua di  kisaran 93-35% DCI-P3, dan level tiga di kisaran 97-100% DCI-P3.
  • Untuk Always-on Display tentu tersedia, dan ini bisa nyala terus-terusan ya, gak cuma nyala beberapa detik saja.
  • Layarnya sendiri sudah dilindungi dengan Corning Gorilla Glass Victus+

Beralih ke atas layar, terdapat earpiece yang merangkap sebagai speaker kedua, serta kamera depan beresolusi 12 MP

  • Bukaan f/2.2
  • Fixed Focus
  • Perekaman video up to 4K 30 FPS, untuk opsi 1080p 60 FPS sayangnya masih belum bisa.

Pindah ke belakang, terdapat modul kamera dengan desain khas Samsung seperti ini. Di dalam modul ini terdapat:

Kamera utama 50 MP

  • Bukaan f/1.8
  • OIS
  • Auto focus
  • Perekaman video up to 4K 30 FPS, untuk opsi 1080p 60 FPS tersedia di sini

Lalu di atasnya ada kamera ultrawide 12 MP

  • Bukaan f/2.2
  • Fixed Fokus
  • Perekaman video up to 4K 30 FPS juga, tapi opsi 1080p 60 FPS belum tersedia

Di bawah kamera utama ada kamera makro 5 MP, dengan bukaan f/2.4

Untuk fitur ekstra bawaan bisa dilihat di menu kameranya ini. Kalau dirasa butuh tools lebih, kita bisa download Camera Assistant di Galaxy Store.  Kalau pakai yang satu ini, tools kameranya jadi makin berlimpah. Tinggal pelajari saja tools yang disediakan, siapa tahu terpakai buat kalian.

Spesifikasi Samsung Galaxy A57 5G

  • SoC: Exynos 1680
    • Ini adalah penerus dari Exynos 1580 yang dipakai di A56
    • SoC ini pakai fabrikasi 4 nm, dengan konfigurasi:
      • 1 Prime core Cortex-A720 2.9 GHz
      • 4 Performance core Cortex-A720 2.6 GHz
      • 3 Efficiency core Cortex-A520 1.95 GHz
    • Untuk GPU dia pakai Xclipse 550, ini upgrade ya dari Exynos 1580 yang pakai Xclipse 540
    • Buat performanya sendiri, nanti kita lihat di pengujian performa dan gaming.
  • Lalu unit yang kita uji kali ini pakai RAM 8 GB dan storage 128 GB.
  • Selain itu, ada juga varian lain dengan RAM 8 GB dengan Storage 256 GB, serta RAM 12 GB dengan storage 256 GB.
  • Sistem pendingin: Vapor chamber, yang diklaim 13% lebih besar dibandingkan pendahulunya.
  • Baterai: 5000 mAh
    • Dengan desain yang lebih tipis, Samsung bisa mempertahankan baterai 5000 mAh di smartphone ini.
    • Eits, jangan protes dulu sama kapasitasnya. Kita lihat nanti kemampuannya di pengujian baterai.
  • Dukungan Charging: Super Fast Charging 2.0 45 W
    • Tapi memang, chargernya tidak tersedia di paket penjualan. Jadi kita harus beli secara terpisah kalau dibutuhkan.
    • Bypass charging gimana? Ada dong di sini, kalau di Samsung namanya “Pause USB PD Charging” yang bisa diakses lewat menu Game Booster.
  • Sensor: Accelerometer, Light Sensor, Proximity Sensor, Geomagnetic Sensor, Gyro Hardware, dan lain-lain.

Konektivitas

  • 5G, 4G, 3G, 2G
  • Dukungan eSIM tersedia.
  • Wi-Fi 6E
  • Bluetooth 6
    • Support codec SBC, AAC, aptX, LDAC, dan SSC juga disupport
  • NFC
  • USB OTG
  • Display Out via USB-C? Masih belum bisa

Sistem Keamanan: Optical In-display Fingerprint Scanner, dan Face Unlock

Lalu di sini terdapat Knox Vault dengan beragam fitur keamanan, seperti Secure Folder, Auto Blocker, dan yang terbaru ada Private Album. Sebelumnya, fitur Private Album ini cuma ada di Galaxy S26 series, sekarang sudah ada nih di A Series. Dengan fitur ini, kita bisa hide foto atau video kita kalau dibutuhkan.

Ini beda ya dengan Secure Folder. Kalau Secure Folder kan bentuknya sebuah folder yang dikunci. Kita butuh kunci atau fingerprint terpisah dari sistem utama untuk membuka folder ini. Dan tidak hanya foto dan video, file lain atau aplikasi juga bisa disembunyikan. Kalau Private Album itu berbentuk album di aplikasi galeri bawaan. Menariknya, foto atau video yang di-hide di Private Album tidak akan bisa diakses lewat aplikasi pihak ketiga atau bahkan lewat File Manager bawaan sekalipun.

Lalu ada Auto Blocker, ini bisa mencegah beberapa tindakan yang dianggap membahayakan keamanan data smartphone kita. Misal, ada undangan berbentuk APK dari WhatsApp, atau ketika smartphone kita dicolok ke device yang keamanannya tidak jelas gitu.  Dengan adanya Auto Blocker, smartphone kita akan lebih terlindungi dari ancaman tersebut. Lalu ada Secure Folder. Ini bisa dipakai untuk menambahkan file atau aplikasi tertentu ke folder tersembunyi kalau dibutuhkan.

OS: OneUI 8.5 Berbasis Android 16

Ada janji 6x update Android plus 6 tahun security update.

  • Di OneUI 8.5 terbaru ini, kita bisa atur layout di Quick Setting sesuai selera. Misal mau ganti layout slider brightness dari horizontal ke vertikal, itu bisa. Atau kita mau pindahin slider volume ke atas seperti ini, itu juga bisa.
  • Berikutnya terdapat beberapa perubahan UI di menu Settings.
    • Sekarang, terdapat search bar yang terletak di bagian bawah. Ini memudahkan kita untuk mencari settingan yang dibutuhkan.
    • Lalu tulisan sub menu di bawah menu utama kini dihilangkan. Ini membuat tampilan di menu Settings terlihat lebih simple.
  • Kemudian terdapat perubahan kecil pada elemen UI aplikasi bawaan seperti Gallery, Phone, Clock, dan lain sebagainya. 
    • Sekarang, untuk menu bagian bawah kini menggunakan desain floating seperti ini.

Untuk fitur khas OneUI seperti Modes and Routines, Separate App Sound, Adapt Sound, Edge Panel, dan lain-lain juga tersedia di sini.

Awesome Intelligence Features

Untuk fitur AI tentu ada ya di sini. Kalau di A Series, namanya adalah Awesome Intelligence Features. Kita coba beberapa:

  • Edit Suggestion 
    • Dengan fitur ini, AI akan mendeteksi dan memberikan saran editing dari foto yang ingin kita edit. Saran editingnya juga disesuaikan dengan foto kita ya.
    • Ada yang upgrade di fitur ini, yakni di Best Face yang sekarang bisa kasih saran pilihan wajah yang lebih sesuai.
  • Voice Transcription
    • Ini bisa dipakai untuk transcribe audio rekaman menjadi teks.
    • “Bang, kan fitur ini udah lama di Android lain”. Nah, kalau di Samsung lebih canggih nih. 
    • Kalau di Android lain yang kita coba, fitur seperti ini harus berjalan secara online. 
    • Nah, kalau di A57, ini bisa dipakai bahkan saat offline. Lihat aja nih, kita coba matikan sambungan internetnya dan kita coba transcribe rekaman audio yang direkam di smartphone ini. Dan ternyata bisa nih generate audio ke teks secara offline.
    • Biar kita bisa transcribe audio secara offline, kita perlu download paket bahasa yang dibutuhkan terlebih dahulu.
  • Lalu Circle to Search tentu tersedia di sini. Ada fitur terbaru nih yaitu ‘Find the Look”.
    • Misal nih, ada postingan di sosial media, lalu kalian penasaran nih sama outfit yang dipakai di postingan tersebut. Nah, kita bisa cari tau tentang outfit yang dipakai cuma pakai Circle to Search. 
    • Nanti kita akan diberikan informasi secara detail terkait outfit di foto tersebut, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.
  • Untuk fitur Intelligence Features lain seperti AI Select, Auto Trim, AI Select, hingga Custom Filters juga tersedia.

Simak pembahasan lengkapnya berikut ini: