Cinta Laura Komentari Penerima LPDP dari Kalangan Orang Kaya: Berikan Beasiswanya ke yang Butuh!

Cinta Laura.
Cinta Laura.

 Belakangan ini, viral nama Dwi Sasetyaningtyas yang dikenal sebagai alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Nama Tyas viral lantaran sejumlah kontroversi termasuk fakta bahwa ia memiliki mertua yang berasal dari kalangan pejabat.

Tyas dan suaminya yang dinilai mampu menempuh pendidikan di luar negeri tanpa beasiswa itu lantas menjadi sorotan netizen. Hal ini pun sejalan dengan komentar dari Cinta Laura beberapa waktu lalu mengenai penerima LPDP yang berasal dari kalangan orang berada. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube milik Kemal Palevi pada 2024, ia menyampaikan pandangannya mengenai penerima beasiswa LPDP.

Sebagaimana diketahui, LPDP merupakan program beasiswa penuh yang dikelola pemerintah Indonesia di bawah Kementerian Keuangan. Program ini memberikan pendanaan pendidikan jenjang Magister (S2) hingga Doktor (S3), baik di dalam maupun luar negeri, dengan tujuan mencetak sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Namun, Cinta Laura menilai bahwa dalam praktiknya, penyaluran beasiswa tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran. Ia mengaku prihatin ketika mengetahui adanya penerima beasiswa yang sebenarnya berasal dari keluarga sangat mampu secara finansial.

"Sesuatu yang bikin aku sedih tentang beasiswa ini," kata Cinta Laura, dikutip Senin 23 Februari 2026.

"Kadang-kadang tidak diberikan kepada orang yang tepat dalam arti tidak diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan," sambungnya.

Ia bahkan mencontohkan pengalaman pribadinya mengenal sosok dari keluarga kaya raya yang tetap memperoleh beasiswa LPDP. 

"Aku punya kenalan, I'm not gonna say who, dia itu anak orang kaya banget, kaya banget. Nggak perlu beasiswa, orang tuanya tinggal criiing bayar university fees-nya," kata Cinta Laura.

"Tapi orang ini dapat beasiswa dari negara," lanjutnya.

Menurut perempuan berdarah Jerman-Indonesia tersebut, masih banyak pelajar Tanah Air yang memiliki kecerdasan dan potensi besar untuk menembus universitas ternama dunia, tetapi terhambat keterbatasan biaya. 

Ia menekankan bahwa kelompok inilah yang seharusnya lebih diprioritaskan dalam pemberian bantuan pendidikan dari negara.

"Sorry ya mungkin orang punya pendapat yang berbeda, tapi menurut aku banyak sekali anak Indonesia yang pintar banget tapi benar-benar nggak punya uang sehingga nggak bisa sekolah di luar negeri," tuturnya.

"Padahal mereka kalau apply pasti diterima. Ayo bantu orang-orang kayak gitulah," lanjutnya.

Cinta pun secara tegas menyampaikan pandangannya mengenai prioritas penerima beasiswa. 

"Kalau orang-orang yang sudah kaya dan emang pintar, let them pay themselves (biar mereka bayar sendiri)," kata Cinta Laura.

"Give the scholarships to people who really need it (berikan beasiswanya ke mereka yang benar-benar butuh), yang benar-benar nggak bisa afford sekolah di luar negeri," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut memantik beragam respons dari warganet. Sebagian mendukung gagasan agar beasiswa lebih difokuskan pada kalangan kurang mampu, sementara lainnya menilai seleksi LPDP telah melalui mekanisme ketat berbasis merit. 

Terlepas dari pro dan kontra, pandangan Cinta Laura kembali membuka diskusi publik mengenai keadilan dan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia.