Cinta Laura Jadi Commencement Speaker di Wisuda USNI ke-29: Inspirasi tentang Keberanian Melangkah dan Berkarya
Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menggelar Wisuda ke-29 pada 29 November 2025, yang menjadi momentum istimewa bagi 301 lulusan dari program Sarjana dan Magister.
Tahun ini, USNI mengangkat tema penuh makna, “Menjadi Versi Terbaik Diri, Bermakna dan Berkarya untuk Dunia,” yang menyelimuti seluruh rangkaian acara. Momen ini semakin spesial dengan hadirnya aktris sekaligus aktivis sosial, Cinta Laura Kiehl, sebagai Commencement Speaker, menandai debut pertamanya berbicara di forum wisuda perguruan tinggi.
Cinta Laura: Hidup Selalu Memberi Dua Pilihan, Tenggelam atau Berenang
Dalam pidato inspiratifnya, Cinta Laura menyampaikan pesan mendalam tentang keberanian menghadapi ketidakpastian hidup.
“Kita sering takut pada hal-hal yang belum terjadi dan ragu mengambil keputusan. Padahal hidup selalu memberi dua pilihan: tenggelam atau berenang. Apa pun yang terjadi dan ke mana pun arus membawa, pilihlah untuk terus berenang karena dengan itu, kita pasti akan terus berprogres,” ujar Cinta.
Cinta mengajak para wisudawan untuk tidak terjebak pada zona nyaman, tetapi berani mengambil risiko di usia muda.
“Selagi muda, ambillah lebih banyak risiko entah memulai usaha atau bekerja di perusahaan, semuanya baik. Kita tidak bisa menjadi pemimpin yang baik tanpa pernah merasakan dipimpin,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kesuksesan kerap lahir dari proses yang penuh tekanan dan tantangan.
“Work-life balance tidak selalu 50:50, terutama saat masih muda. Kadang kita perlu berkorban untuk mencapai tujuan. Proses itulah yang membuat kita adaptif, kreatif, dan mampu menemukan solusi dalam tantangan hidup.”
Kehadiran Cinta Laura bukan sekadar menambah kemeriahan acara, tetapi memberi sentuhan inspiratif yang kuat bagi para lulusan yang bersiap menapaki fase baru kehidupan.
Rektor USNI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Ujian Kehidupan
Rektor USNI, Dr. Sihar P.H. Sitorus, B.S.B.A., MBA, menegaskan bahwa tema wisuda tahun ini bukan sekadar kata-kata motivasi, melainkan ajakan moral bagi lulusan.
Rektor USNI, Dr. Sihar P.H. Sitorus, B.S.B.A., MBA
“Bermakna berarti memberi manfaat bagi banyak pihak, dan berkarya adalah cara mengubah ilmu menjadi solusi, inovasi, dan kontribusi nyata,” ujarnya.
Rektor juga menekankan bahwa dunia kerja kini menuntut kompetensi yang lebih dari sekadar ijazah—yaitu integritas dan semangat belajar sepanjang hayat. USNI terus memperkuat kurikulum berbasis Outcome-Based Education serta memperluas kolaborasi dengan dunia industri agar lulusan tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu memberi dampak.
Tantangan Generasi Muda: Adaptif, Berintegritas, dan Terus Belajar
Ketua Tim Kerja ADIA LLDIKTI Wilayah III, Taufan Setyo Pranggono, S.Kom., M.Si., turut menyampaikan perspektif tentang tema wisuda.
“Tema ini bukan sekadar motivasi, melainkan panggilan tugas. Dunia terus bergerak secara eksponensial, dan Saudara harus siap belajar, beradaptasi, dan bertumbuh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa fase setelah kelulusan adalah ujian sesungguhnya, yang menuntut mental tangguh, kepekaan sosial, dan kemampuan untuk terus berkembang.
Penghargaan dan Beasiswa untuk Wisudawan Berprestasi
Prosesi wisuda juga diramaikan dengan pemberian penghargaan kepada Wisudawan Terbaik dari berbagai program studi, serta penyerahan beasiswa pendidikan lanjutan bagi mahasiswa berprestasi. Ini menjadi bukti komitmen USNI dalam mencetak generasi unggul dan mempersiapkan calon pemimpin masa depan.
Penutup yang Penuh Haru dan Kebanggaan
Di akhir prosesi, Rektor kembali mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater dan memperkuat jaringan melalui ILUSNI. Acara ditutup dengan suasana haru dan kebanggaan ketika para lulusan meninggalkan auditorium—membawa ijazah, harapan, dan semangat untuk menjadi versi terbaik diri mereka.
Bagi mereka, hari ini bukanlah akhir perjalanan — melainkan bab pertama menuju dunia nyata yang menuntut keberanian, ketekunan, dan makna dalam setiap langkah.