K-Food Masih Jadi Tren, Ini Deretan Makanan Halal yang Paling Banyak Diminati

Ilustrasi street food korean
Ilustrasi street food korean

Gelombang Korean Wave yang selama ini identik dengan K-pop dan drama Korea kini semakin meluas ke sektor kuliner. Dalam beberapa tahun terakhir, makanan dan minuman asal Korea Selatan tidak hanya hadir di restoran khusus, tetapi juga mengisi rak-rak ritel modern di berbagai kota besar Indonesia. 

Popularitas ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh budaya populer, kemudahan akses informasi melalui media sosial, serta rasa penasaran generasi muda terhadap pengalaman kuliner autentik yang kerap muncul dalam tayangan hiburan.

Di Indonesia, tren makanan Korea berkembang pesat seiring meningkatnya konsumsi konten budaya Korea. Anak muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z, menjadi motor utama pertumbuhan ini. Mereka tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga menjadikan makanan sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas global. 

Produk seperti mi instan pedas, makanan ringan unik, hingga minuman khas Korea kerap viral dan memicu antrean panjang di berbagai gerai. 

Selain itu, kehadiran produk impor yang semakin mudah ditemukan di supermarket membuat akses terhadap K-Food semakin luas dan merata.

Namun, di tengah tingginya minat tersebut, faktor kehalalan menjadi aspek krusial di pasar Indonesia. Dengan mayoritas penduduk Muslim, sertifikasi halal bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu utama dalam keputusan pembelian.

Beberapa makanan Korea yang kerap menjadi tren di Indonesia antara lain mi instan pedas, camilan berbasis rumput laut, tteokbokki instan, hingga aneka minuman rasa buah dan susu. Produk-produk ini semakin diminati ketika telah mengantongi sertifikasi halal resmi, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi konsumen.

“Sekitar 88% konsumen di Jawa Barat merupakan konsumen Muslim, sehingga status sertifikasi halal menjadi faktor penentu yang sangat penting dalam pembelian produk pangan," kata Perwakilan dari Yogya Group, Agung.

“Lebih banyak produk pangan halal Korea baru yang diimpor dibandingkan perkiraan, sehingga kami mempertimbangkan perluasan kerja sama dan penambahan produk di jaringan kami,” lanjutnya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa label halal bukan sekadar formalitas administratif, melainkan elemen strategis dalam keputusan pembelian konsumen. Kepercayaan terhadap sertifikasi menjadi fondasi utama dalam membangun loyalitas pasar, khususnya di wilayah dengan dominasi konsumen Muslim.

“Belakangan ini, minat dan konsumsi terhadap produk pangan pertanian halal Korea di kalangan generasi Muslim MZ Indonesia berkembang pesat hingga ke daerah-daerah," ujar Direktur Ekspor Produk Pangan aT, Jeon Gi-chan.

Melihat capaian transaksi dan respons pasar yang melampaui ekspektasi, Bandung International Food & HoReCa Expo (BIFHEX) 2026 menjadi indikator kuat bahwa makanan Korea halal bukan lagi ceruk kecil, melainkan segmen yang tengah bertumbuh pesat. Bandung pun semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu episentrum distribusi dan tren kuliner halal internasional di Indonesia.