Lee Min Ho Hingga Jisoo BLACKPINK: Deretan Film, Anime dan Konser Sinematik Siap Ramaikan Awal 2026

Deretan film hingga konser di awal 2026.
Deretan film hingga konser di awal 2026.

 Awal tahun 2026 dibuka dengan banjir tontonan dari berbagai genre—aksi brutal, adaptasi novel populer, konser K-pop sinematik, hingga anime yang sudah lama dinanti. Dari layar lebar hingga serial episodik, penonton disuguhkan pilihan yang nyaris tak memberi ruang bernapas.

Salah satu judul paling menyita perhatian adalah SISU: Road to Revenge, lanjutan dari film aksi kultus karya sutradara Finlandia Jalmari Helander. Dijadwalkan tayang 8 Januari 2026, film ini kembali menempatkan Jorma Tommila sebagai veteran perang yang terjebak dalam lingkaran kekerasan dan balas dendam. Skala cerita dan visualnya dibuat lebih besar, dengan intensitas laga yang tak ragu tampil brutal—menjadikannya tontonan wajib bagi penggemar aksi nonkompromi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Dari Korea Selatan, adaptasi novel web populer Omniscient Reader: The Prophecy hadir membawa kombinasi fantasi gelap dan drama survival. Dibintangi Lee Min Ho dan Jisoo BLACKPINK, film ini mengisahkan Dok-ja, satu-satunya pembaca setia sebuah novel apokaliptik yang tiba-tiba menjadi kenyataan. Pengetahuannya atas cerita justru menjadi senjata utama untuk bertahan hidup di dunia yang sedang runtuh.

Tak hanya film fiksi, awal tahun juga diramaikan tontonan musik dalam format sinematik. TAEYONG: TY TRACKS IN CINEMAS dan AESPA: WORLD TOUR IN CINEMAS membawa pengalaman konser ke layar bioskop, lengkap dengan sudut pandang “kursi VIP”. Selain menampilkan performa panggung penuh energi, dua film ini turut mengungkap sisi personal dan dinamika di balik layar para idola K-pop tersebut.

Horor, Romansa, hingga Dokumenter Aksi

Akhir 2025 hingga pertengahan Januari 2026 juga dipenuhi rilisan menarik lintas genre. Black Phone 2 kembali menghadirkan teror supranatural dengan kembalinya sosok Grabber, sementara film horor lokal Arwah mengeksplorasi kutukan leluhur dan trauma keluarga yang belum selesai.

Di sisi lain, Regretting You, adaptasi novel populer penulis It Ends With Us, menawarkan kisah romansa emosional yang menggabungkan tawa dan air mata. Ada pula Wick Is Pain, dokumenter yang mengupas perjalanan di balik layar waralaba John Wick, menyoroti bagaimana film aksi tersebut berkembang menjadi fenomena global.

Penggemar film Asia juga dimanjakan lewat Holy Night: Demon Hunters yang menampilkan Ma Dong Seok sebagai pemburu iblis, serta Murder Report, thriller psikologis di mana Cho Yeo-jeong berhadapan langsung dengan pembunuh berantai dalam sesi wawancara berbahaya.

Anime dan Serial: Lini yang Tak Kalah Padat

Untuk penikmat serial, terutama anime, Januari 2026 menjadi bulan yang sibuk. Jujutsu Kaisen Season 3 akhirnya melanjutkan kisah besar saat Gojo masih terperangkap, sementara Frieren: Beyond Journey’s End Season 2 kembali dengan narasi reflektif yang sebelumnya menuai pujian kritikus.

Judul lain seperti Oshi no Ko Season 3, My Hero Academia: Vigilantes Season 2, hingga anime fantasi Sentenced to Be a Hero memperkaya pilihan dengan tema dan gaya visual yang beragam.

Di ranah serial live-action, Landman karya Taylor Sheridan hadir membawa intrik kekuasaan dan ambisi, sementara seluruh seri Spartacus kembali tersedia bagi penonton yang merindukan drama historis penuh kekerasan dan intrik politik.

Dengan ragam konten yang hadir berdekatan, awal 2026 terasa seperti pesta panjang bagi pencinta film dan serial. Penonton tinggal memilih: terjun ke dunia aksi tanpa ampun, tenggelam dalam kisah fantasi dan anime, atau menikmati konser dan dokumenter yang membuka sisi lain para bintang. Semuanya bisa ditonton di CATCHPLAY+.