Top 5+ Fakta Gajah Mati di Riau, Ditembak di Dahi, Gading Sepanjang Satu Meter Hilang

perburuan liar, Pelalawan, gajah, 5 Fakta Gajah Mati di Riau, Ditembak di Dahi, Gading Sepanjang Satu Meter Hilang, Ada temuan proyektil, Tembakan di dahi gajah, Gading lebih dari 1 meter hilang, Gajah diperkirakan telah mati 10 hari lalu, Kemenhut akan buru pelaku

Kepolisian Daerah Riau menemukan proyektil peluru di sekitar lokasi bangkai gajah yang ditemukan dengan kepala terpotong di kawasan hutan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Temuan proyektil ini semakin menguatkan dugaan adanya tindak pidana perburuan liar.

Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim dari Kepolisian Resor Pelalawan dan Badan Konservasi Sumberjo Daya Alam Riau.

"Dari hasil TKP yang kami lakukan, kami menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api," ujarnya, dilansir dari Antara, Jumat.

Berikut ini beberapa fakta terbaru dari penemuan bangkai gajah di Riau.

Ada temuan proyektil

Siahaan mengatakan, potongan logam pertama memiliki diameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter.

Sedangkan satu serpihan lainnya berukuran panjang kurang lebih 6,94 milimeter.

Setelah dilakukan tes pendahuluan secara saintifik, dari dua potongan logam tersebut terdeteksi positif mengandung timbal (lead), tembaga atau kuningan, serta nitrat mesiu dan residu tembakan.

"Untuk jenis senjata yang digunakan masih dalam proses pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Tembakan di dahi gajah

Dokter hewan BBKSDA Riau, drh Rini Deswita mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, gajah tersebut ditembak pada bagian dahi.

Dia menjelaskan bahwa proyektil peluru ditemukan masih bersarang di tengkorak dan posisi tengkorak masih menyatu dengan leher.

"Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher," ujar Rini.

Namun bagian depan kepala, termasuk dahi, mata, hidung, dan gading telah hilang karena dipotong menggunakan senjata tajam.

Belalai juga ditemukan dalam kondisi terpisah.

Gading lebih dari 1 meter hilang

Menurut drh Rini Deswita, pelaku diduga memotong setengah bagian kepala untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter.

"Jadi sebenarnya bukan kepala yang hilang, tetapi dipotong setengah bagian menggunakan senjata tajam untuk mengambil gading," katanya.

Diberitakan sebelumnya, gajah yang ditemukan di Riau tersebut disebut mati tanpa kepala. 

Dilansir dari , seorang warga lokal, Winarno, yang pertama kali menemukan gajah tersebut melaporkan, bahwa ia mencium bau busuk yang datang dari arah hutan.

Ia pun menelusuri sumber bau dan menemukan bangkai gajah tanpa kepala tergeletak dalam posisi duduk.

Ia lalu melaporkan temuannya kepada pihak keamanan setempat.

Pada Selasa (3/2/2026), petugas dari Polres Pelalawan bersama anggota Polsek Ukui langsung melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan.

Gajah diperkirakan telah mati 10 hari lalu

Lebih lanjut, drh Rini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap gajah tersebut, satwa itu memiliki panjang badan sekitar 286 sentimeter dan diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun.

Gajah sumatera yang dibunuh itu diketahui merupakan bagian dari kantong gajah Tesso Tenggara.

"Gajah tersebut telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan data, bangkai gajah kemudian dikuburkan di lokasi," katanya.

Kemenhut akan buru pelaku

Atas temuan gajah tewas di areal kerja PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) Riau itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan tidak ada toleransi terhadap aksi tersebut.

"Kematian gajah ini merupakan peristiwa yang sangat serius. Hilangnya bagian kepala menunjukkan indikasi kuat adanya perburuan liar. Kami bersama Polda Riau akan mengusut kasus ini secara menyeluruh dan menindak tegas siapa pun yang terlibat," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono dalam pernyataan resminya, Jumat.

Dia menyebut, BBKSDA Riau menerima laporan dari pihak PT RAPP di Kabupaten Pelalawan pada Senin (2/2).

Ia mengatakan, kejahatan terhadap gajah adalah kejahatan terhadap negara dan masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang