Mensos Wanti-wanti Tim Seleksi Sekolah Rakyat: Tidak Ada Titipan, Tak Ada Suap-menyuap!
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta tim seleksi siswa Sekolah Rakyat untuk bekerja dengan baik.
Dia mengingatkan agar tim seleksi tidak terlibat dalam praktik suap-menyuap hingga menerima siswa 'titipan' untuk masuk ke Sekolah Rakyat.
"Jadi kami berharap tim seleksi untuk tidak main-main, tidak ada titipan, tidak ada suap menyuap," kata Gus Ipul kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Gus Ipul ingin, siswa-siswi yang bersekolah di Sekolah Rakyat betul-betul memenuhi kriteria yaitu yang merupakan anak dari keluarga desil 1 dan 2. Hal ini tentu sejalan dengan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Benar-benar mereka yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sekolah rakyat. Itu adalah jelas arahan Presiden," tuturnya.
Sementara itu, Gus Ipul menjelaskan pihaknya menyediakan kuota sebanyak 30.000 siswa untuk Sekolah Rakyat. Puluhan ribu siswa itu kata dia bisa ditampung jika pembangunan gedung Sekolah Rakyat telah rampung.
"Sekolah rakyat, ini kan kita lagi persiapan untuk seleksi tahun ini ya. Memang ada alokasi 30.000 siswa. tahun ini. Kalau semua gedung permanennya selesai, insya Allah 30.000 itu bisa ditampung," kata dia.
Kementerian Sosial, kata dia, terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan Sekolah Rakyat tepat waktu.