Evaluasi Sekolah Rakyat, Sinergi Bersama Jadi Kunci Keberhasilan
Lembaga Administrasi Negara (LAN) memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuanya. Evaluasi pun terus dilakukan.
Bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Program Sekolah Rakyat di Sentra Tumou Tou, Kota Manado, Rabu (5/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat model pembelajaran berbasis masyarakat yang bertujuan mencetak generasi unggul, berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing di wilayah perkotaan.
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan LAN, Agus Sudrajat menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inovasi pendidikan yang selaras dengan arah Transformasi Nasional dan visi Indonesia Emas 2045.
“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan ruang pembentukan karakter dan kemandirian. Kami ingin memastikan bahwa pendekatan pendidikan partisipatif ini benar-benar menumbuhkan daya hidup masyarakat dan memperkuat akar sosial bangsa,” ujar Agus dikutip dari keterangannya, Jumat, 7 November 2025.
Fokus kegiatan adalah menilai sejauh mana Sekolah Rakyat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Sudrajat juga menghimbau agar TNI, Polri, BNN Provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM ikut peduli dan terlibat aktif dalam memperkuat pelaksanaan Sekolah Rakyat. Sinergi semua pihak menentukan keberhasilan program ini.
Presiden Prabowo tinjau sekolah rakyat Margaguna, Jakarta Selatan
“Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang sangat mulia, menghapus rantai kemiskinan dan membangun generasi unggul yang berakhlak. Karena itu, semua pihak harus peduli dan turut bergerak bersama. Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab moral kita semua,” tegasnya.
Selain itu, Agus juga menambahkan bahwa Polda Sulawesi Utara dapat berperan langsung dalam pembentukan kedisiplinan dan karakter siswa melalui kegiatan edukatif seperti pengenalan tata tertib berlalu lintas, pelatihan baris-berbaris, pembinaan mental, dan edukasi hukum dasar bagi anak-anak usia sekolah.
“Hal-hal sederhana seperti bagaimana menyeberang jalan dengan benar, disiplin waktu, hingga semangat baris-berbaris, itu semua mendidik anak-anak kita untuk tertib, tangguh, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Sudrajat juga menghimbau Gubernur Sulawesi Utara dan Wali Kota Manado untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Sekolah Rakyat.
“Siswa Sekolah Rakyat adalah bagian dari masyarakat Kota Manado dan warga Provinsi Sulawesi Utara. Dukungan nyata dari pemerintah daerah sangat penting agar inisiatif ini dapat tumbuh berkelanjutan, menjadi gerakan sosial pendidikan yang memperkuat daya saing daerah,” tegasnya.
Presiden Prabowo tinjau sekolah rakyat Margaguna, Jakarta Selatan
LAN menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada dukungan kolaboratif dari pemerintah daerah, lembaga sosial, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, dan dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat (center of empowerment) yang mampu menghasilkan perubahan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado Fenny Meivi Sarah Kilikily, S.SPi., M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi dan semangat kebersamaan.
“Sekolah Rakyat hadir untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong. Peserta belajar tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga keterampilan hidup dan kesadaran sosial untuk membangun lingkungannya,” ungkapnya.