Danone Tarik Satu Batch Susu Formula Aptamil di Inggris, Diduga Terkontaminasi Cereulide

Orangtua di Inggris diperingatkan untuk tidak memberikan susu formula bayi dari satu batch tertentu Aptamil First Infant Formula produksi Danone kepada bayi mereka.
Produk tersebut ditarik dari peredaran karena diduga mengandung racun bernama cereulide yang dapat menyebabkan muntah.
Menurut Food Standard Agency (FSA) Inggris, cereulide adalah racun yang kecil kemungkinan dapat dihancurkan melalui proses memasak atau saat menyiapkan susu formula bayi.
Jika dikonsumsi, racun ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan kram perut yang muncul dengan cepat.
"Investigasi yang masih berlangsung telah mengidentifikasi bahwa kontaminasi tersebut berasal dari pemasok bahan baku pihak ketiga yang sama. Sebagai hasil dari investigasi ini, Danone menarik kembali satu batch produk Aptamil karena adanya kandungan cereulide," ujar kepala penanganan insiden FSA, Jodie Wild, dilansir dari BBC, Rabu (28/1/2026).
FSA menyatakan bahwa hanya satu batch yang terdampak, yakni kemasan 800 gram dengan kode kedaluwarsa EXP 31-10-2026. Selain itu, tidak ada batch lain yang berisiko.
Konsumen yang masih memiliki produk dari batch tersebut di rumah dapat mengembalikannya ke toko tempat pembelian untuk mendapatkan pengembalian dana penuh, baik dengan maupun tanpa struk pembelian.
Diketahui, batch yang terdampak tersebut dijual antara Mei hingga Juli 2025.
Informasi mengenai tanggal kedaluwarsa, nomor batch, dan waktu produksi dapat ditemukan di bagian bawah belakang kemasan.
Menyusul Nestlé
Awal bulan ini, perusahaan makanan besar lainnya, Nestlé, juga melakukan penarikan global terhadap sejumlah batch susu formula bayinya karena kekhawatiran mengandung racun yang sama, sehingga dinilai tidak aman untuk dikonsumsi bayi.
Saat itu, Nestlé menyebut masalah tersebut berasal dari bahan baku yang disuplai oleh salah satu pemasoknya.
FSA menyatakan bahwa bahan tersebut kini telah diidentifikasi sebagai minyak asam arakidonat (arachidonic acid/ARA).
Minyak ini ditambahkan ke dalam susu formula bayi untuk memberikan sebagian sifat penting bagi pertumbuhan yang juga terdapat dalam ASI.
FSA mengimbau para orangtua yang masih memiliki produk terdampak agar segera menghentikan penggunaannya dan beralih ke susu formula alternatif.
Jika orangtua telah memberikan produk tersebut kepada bayinya dan merasa khawatir, disarankan untuk menghubungi dokter umum atau layanan NHS 111 untuk mendapatkan saran medis.
FSA menegaskan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan para produsen untuk menelusuri seluruh produk yang mungkin menggunakan bahan dari pemasok tersebut dan memastikan semua produk terdampak ditarik dari peredaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang