Asal-usul Nama Greenland, Padahal Hampir Seluruh Wilayahnya Putih dengan Salju

Greenland, Asal-usul Nama Greenland, Padahal Hampir Seluruh Wilayahnya Putih dengan Salju

Greenland adalah pulau terbesar di dunia yang berada di antara Samudra Arktik dan Atlantik.

Ketika melihat di peta dunia, Greenland sering kali digambarkan sebagai pulau besar berwarna putih. Ini karena hampir seluruh wilayahnya diselimuti salju.

Sebagian besar wilayah Greenland tertutup oleh es, salju, dan gletser. Bahkan daratan ini menjadi tempat kumpulan es terbesar kedua di dunia setelah Antartika.

Lantas, jika seluruh daratannya berwarna putih karena tertutup salju dan es, mengapa wilayahnya dinamakan Greenland yang berarti daratan atau tanah hijau?

Meski sekarang wilayahnya penuh salju, para ilmuwan mengatakan bahwa Greenland sebenarnya cukup hijau lebih dari 2,5 juta tahun yang lalu.

Dan saat ini pun di beberapa wilayah bagian selatan pulau ini memiliki hutan dan padang rumput yang lebih hijau.

Asal-usul nama Greenland

Nama Greenland diketahui berasal dari Erik the Red, seorang penjelajah yang diasingkan dari Islandia ke pulau tersebut sekitar tahun 983 Masehi.

Ada banyak legenda dan cerita yang terkait dengan Erik the Red dalam dongeng Islandia. Beberapa sumber mengatakan bahwa ia adalah seorang penjelajah dari Norwegia.

Sementara yang lain menyatakan bahwa dia melarikan diri dari Norwegia bersama ayahnya yang diasingkan karena pembunuhan.

Erik dan ayahnya meninggalkan Norwegia dan berlayar ke Islandia. Namun, ia kembali diasingkan dari Islandia setelah dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan.

Karena dia tidak dapat kembali ke Norwegia, Erik akhirnya berlayar lebih jauh ke barat dan mendarat di sebuah pulau yang akhirnya dinamai Greenland.

Erik memberi nama "Greenland" dengan tujuan untuk menarik orang-orang dari Islandia agar mau ikut tinggal di sana.

Setelah ia membangun pemukiman di beberapa bagian pulau yang subur dan hijau, dia kembali ke Islandia untuk membujuk orang-orang agar mau ke Greenland.

Erik memberi tahu mengenai wilayah baru yang dia temukan, yakni Greenland. Nama tersebut terdengar lebih menarik bagi calon pemukim.

Singkat cerita, cara itu berhasil dan Erik meninggalkan Islandia dengan 35 kapal penuh orang Islandia dan hewan untuk bermukim di Greenland. Meski akhirnya, hanya ada 14 kapal yang benar-benar tiba di Greenland.

Menurut para sejarawan, pada awal abad ke-10, orang-orang Norse dari Islandia sempat menetap di bagian selatan Greenland, tetapi mereka menghilang pada akhir abad ke-15.

Suku Inuit diketahui bermigrasi ke Greenland dari Asia pada abad ke-13 dan garis keturunan mereka bertahan hingga saat ini.

Mengenal wilayah Greenland

Greenland, Asal-usul Nama Greenland, Padahal Hampir Seluruh Wilayahnya Putih dengan Salju

Asal-usul nama Greenland. Mengapa dinamakan Greenland?

Greenland merupakan negara otonom yang menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Namun wilayah ini memiliki otonomi lokal sejak tahun 1979 dan otonomi sendiri sejak tahun 2009.

Artinya, mereka dapat mengambil keputusan politik dan kompetensi serta memiliki kemungkinan untuk mengambil alih yurisdiksi atas lebih banyak bidang.

Tetapi, tanggung jawab atas sistem peradilan, pertahanan dan keamanan nasional, hukum hak asasi sipil, dan urusan luar negeri berada di bawah pemerintahan Denmark.

Greenland adalah pulau terbesar di dunia dengan luas yang mencapai 2,16 juta kilometer persegi termasuk pulau-pulau lepas pantai lainnya. Dan hampir 80 persen daratannya tertutup es.

Saat ini, 88 persen penduduk Greenland adalah Inuit (terutama Kalaallit) atau campuran Denmark dan Inuit. Sisanya adalah keturunan Eropa, terutama Denmark.

Hampir seperempat populasi Greenland tinggal di ibu kota Nuuk. Mayoritas penduduk di sana berbicara bahasa Greenland (terutama Kalaallisut) dan bahasa Denmark.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang