Asal-usul Nama Greenland, Ini Alasan Sebutan “Tanah Hijau” Meski Daratannya Putih Berselimut Es
Greenland dikenal sebagai wilayah yang sekitar 80 persen daratannya tertutup es abadi, bukan hamparan tanah hijau seperti arti namanya.
Pulau terbesar di dunia ini memiliki luas 2.166.086 kilometer persegi dan terletak di antara Samudra Arktik dan Samudra Atlantik, tepat di titik daratan paling utara bumi.
Meski secara geografis menjadi bagian dari wilayah daratan benua Amerika bagian utara, Greenland secara politik merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.
Kondisi alam ekstrem dan sejarah panjang inilah yang memunculkan pertanyaan bagi sebagian orang terkait asal-usul nama Greenland.
Penduduk asli menyebut tanah air mereka sebagai Kalaallit Nunaat atau Inuit Nunaat, yang berarti Tanah Rakyat atau Tanah Greenland. Secara internasional, wilayah ini dikenal sebagai Greenland.
Siapa dan Bagaimana: Asal-usul Nama Greenland
Dilansir dari , Nama Greenland dicetuskan oleh Erik the Red, seorang penjelajah Norse yang diasingkan dari Islandia pada abad ke-10.
Erik menamai pulau tersebut “Greenland” sebagai strategi agar wilayah baru itu terdengar menarik dan mampu mengundang pemukim dari Islandia.
Saat tiba di pulau tersebut sekitar tahun 983 Masehi, Erik berkeliling dan menamai beberapa wilayah sebagai bentuk klaim kepemilikan.
Setelah membangun pemukiman di bagian selatan yang relatif lebih hijau dan subur, Erik kembali ke Islandia untuk membujuk orang-orang agar mau menetap di Greenland.
Strategi tersebut berhasil. Erik meninggalkan Islandia bersama 35 kapal yang membawa orang dan hewan ternak, meskipun hanya 14 kapal yang benar-benar tiba di Greenland.
Kisah Erik banyak tercatat dalam dongeng Islandia, dengan sejumlah versi yang menyebut ia berasal dari Norwegia dan melarikan diri bersama ayahnya setelah diasingkan akibat kasus pembunuhan.
Dilansir dari laman Routers North, julukan “the Red” disematkan karena rambut dan janggutnya yang merah terang, sekaligus menggambarkan wataknya yang berapi-api.
Erik kembali diasingkan dari Islandia setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan dua putra tetangganya, sebelum akhirnya berlayar lebih jauh ke barat dan menemukan Greenland.
Fakta Ilmiah: Greenland Pernah Hijau
Dilansir dari Antara, bukti ilmiah menunjukkan bahwa sekitar 2,5 juta tahun lalu Greenland memiliki daratan hijau dengan tanah purba, meski kini telah tertutup es.
Tanah tersebut kini membeku di bawah lapisan es setebal hingga tiga kilometer.
Hingga saat ini, wilayah selatan Greenland masih tampak hijau dan asri saat musim panas.
Sejarah 4.500 Tahun: Jejak Migrasi Manusia ke Greenland
Di luar kisah Erik the Red, sejarah menyebut bahwa migrasi manusia pertama ke Greenland diperkirakan terjadi sekitar 2500 SM, meski kelompok awal tersebut akhirnya punah.
Bangsa Norse dari Islandia sempat menetap di wilayah selatan pada abad ke-10 sebelum menghilang pada abad ke-15.
Sementara itu, suku Inuit yang datang dari Asia pada abad ke-13 berhasil bertahan dan menjadi leluhur mayoritas penduduk Greenland saat ini.
Meski dikenal kaya mineral langka, Greenland menegaskan tak ingin menjadi negara tambang besar. Pemerintah hanya mengizinkan segelintir proyek demi menjaga lingkungan dan masyarakat lokal.
Greenland Saat Ini, Nuuk sebagai Ibu Kota Modern
Secara geografis, Greenland berada di benua Amerika bagian Utara, namun secara politik dan budaya telah terikat dengan Eropa melalui Denmark selama lebih dari seribu tahun.
Greenland memperoleh otonomi daerah pada 1979 dan otonomi sendiri sejak 2009.
Dengan status tersebut, pemerintah lokal mengambil alih banyak kewenangan politik dan administratif.
Meski demikian, urusan pertahanan, keamanan nasional, peradilan, hukum sipil, dan hubungan luar negeri masih berada di bawah tanggung jawab Denmark.
Ibu kota Greenland adalah Nuuk, yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus rumah bagi sekitar seperempat populasi negara tersebut.
Kota ini memadukan panorama pegunungan dengan kehidupan modern, termasuk butik fesyen, kafe, dan pusat budaya seperti Museum Nasional Greenland, Museum Seni Nuuk, serta Katuaq.
Identitas Budaya dan Bahasa Inuit
Sekitar 88 persen penduduk Greenland merupakan suku Inuit atau Kalaallit, yang lebih memilih disebut Inuit dibanding istilah “Eskimo”.
hari dijalankan dengan dua bahasa resmi, yakni Kalaallisut dan Denmark. Bahasa Inggris diajarkan sebagai mata pelajaran wajib bagi generasi muda.
Sejumlah kata global seperti “kayak” dan “igloo” berasal dari bahasa asli Inuit.
Beberapa Keunikan Greenland
Kondisi alam Greenland yang unik membuat wilayah ini memiliki berbagai keunikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Tidak Ada Jalan Raya dan Rel Kereta Api
Bentang alam ekstrem membuat Greenland tidak memiliki jaringan jalan raya maupun rel kereta api antar kota.
Jalan aspal hanya tersedia di dalam kota dan berakhir di pinggir wilayah. Mobilitas antardaerah mengandalkan pesawat, helikopter, kapal laut, mobil salju, atau kereta luncur anjing.
2. Fenomena Matahari diTengah Malam
Karena berada di Lingkar Arktik, Greenland mengalami fenomena matahari tengah malam dari 25 Mei hingga 25 Juli.
Puncaknya terjadi pada 21 Juni, hari terpanjang dalam setahun, yang dirayakan sebagai hari libur nasional dengan berbagai aktivitas luar ruang.
3. Rumah Taman Nasional Terbesar Dunia
Greenland menjadi lokasi Northeast Greenland National Park, taman nasional terbesar di dunia yang didirikan pada 1974.
Kawasan ini hampir tidak berpenghuni dan hanya ditempati oleh personel penelitian serta unit militer elit patroli anjing Sirius.
4. Tanah Kelahiran Kayak
Perahu kayak merupakan inovasi pemburu Inuit, berasal dari istilah qajaq.
Kayak dirancang menyesuaikan ukuran tubuh pendayung dan telah digunakan selama berabad-abad untuk berburu di perairan Arktik.
5. Lokasi Pengamatan Aurora Borealis
Selain itu, Greenland dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik di dunia untuk menyaksikan aurora borealis.
Fenomena cahaya utara ini dapat terlihat hampir di seluruh wilayah pulau, termasuk dari pusat kota Nuuk, terutama saat musim dingin yang gelap total.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang