Jaecoo Siapkan Beberapa Strategi Tuk Menghadapi Aturan Pemerintah

Polemik insentif otomotif masih menjadi pembahasan hangat. Sebab banyak pabrikan mobil yang mengharapkannya.

Terutama bagi mereka, produsen Electric Vehicle (EV), lalu dipasarkan ke konsumen di Tanah Air.

“Kalau insentif mungkin bisa menjadi keuntungan bagi konsumen,” ungkap Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia dalam diskusi Forwot dengan tajuk Indonesia Automotive Outlook 2026.

Dalam acara yang berlangsung di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (23/01) tersebut, Ilham menilai bantuan dari pemerintah bisa mendorong masyarakat berbelanja mobil listrik.

Jaecoo J5 EV

Mengingat insentif otomotif menjadi benefit tambahan, ketika mereka memboyong kendaraan roda empat setrum dari Jaecoo.

“Sebenarnya itu penting banget, karena kan lagi menghubungkan dan mengembangkan ekosistemnya, itu jadi pilihan mobil baru,” lanjut Ilham.

Meski begitu Jaecoo telah menyiapkan rencana cadangan, jika Presiden Prabowo Subianto dan para menteri tidak mau mengucurkan bantuan.

Hal tersebut demi tetap bisa menggairahkan pasar mobil listrik. Jadi meski tanpa insentif otomotif, masyarakat masih mau memiliki lini elektrifikasi Jaecoo.

“Kita sudah mempersiapkan, maksudnya ada beberapa rencana yang sudah kita siapkan,” tutur Ilham.

Akan tetapi Ilham enggan menjelaskan lebih jauh, mengenai rencana yang bakal Jaecoo terapkan jika insentif tidak dikucurkan pada tahun ini.

Ia menuturkan bahwa saat ini jenama asal Cina tersebut, masih menunggu bagaimana keputusan dari pemerintah.

“Jadi kita di bulan ini akan menginformasikan kepada publik, rencana apa yang sudah kita siapkan untuk line up produk kita, khususnya di EV,” tegas Ilham.

Jaecoo memastikan apa yang mereka siapkan tidak akan memberatkan para konsumen. Terkhusus bagi pembeli ingin memiliki mobil listrik.

Oleh sebab itu, Jaecoo benar-benar memperhitungkan berbagai kemungkinan. Sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Tanah Air.

“Kalau kita lihat kan di awal tahun ini banyak sekali faktor secara ekonomi. Misal seperti penilaian kita, rupiah yang belum menguat,” pungkas Ilham.

Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengajukan insentif otomotif untuk periode 2026.

Namun salah satu menteri Presiden Prabowo Subianto, telah memastikan kalau pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.

Siasat Jaecoo Agar Inden Mobil Listrik J5 EV Tidak Lama

Sebab ada beberapa alasan, mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.

“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan berbeda.

Airlangga menyatakan, para produsen mobil yang masuk melalui skema insentif impor EV disebut sudah mulai melakukan perakitan secara lokal.

Hal itu ternyata telah membawa dampak positif. Seperti hadirnya produk-produk dengan banderol kompetitif.