Tak Banyak yang Tahu, Ini 6 Jenderal Polisi Asal Jawa Barat yang Jadi Kapolri
- 1. Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (29 September 1945-14 Desember 1959)
- 2. Jenderal Polisi Anton Soedjarwo (4 Desember 1982 - 6 Juni 1986)
- 3. Jenderal Polisi Mochammad Sanoesi (7 Juni 1986-19 Februari 1991)
- 4. Jenderal Polisi Banurusman Astrosemitro (6 April 1993-14 Maret 1996)
- 5. Jenderal Polisi Da'i Bachtiar (29 November 2001-7 Juli 2005)
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) merupakan jabatan tertinggi di institusi Polri.
Saat ini, posisi Kapolri hanya bisa diemban oleh perwira tinggi berpangkat jenderal bintang empat.
Sejumlah Kapolri diketahui berasal dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Jawa Barat.
Sepanjang sejarah Polri 1945, sebanyak enam jenderal polisi asal Bumi Pasundan mampu menapaki puncak karier tertinggi di Korps Bhayangkara sebagai Kapolri.
Daftar 6 Kapolri Asal Jawa Barat
Berdasarkan arsip Kompaspedia, Rabu (27/1/2021), berikut daftar Kapolri yang merupakan putra daerah Jawa Barat:
1. Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (29 September 1945-14 Desember 1959)
R.S. Soekanto menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.
Ia tercatat sebagai Kapolri pertama yang memimpin Korps Bhayangkara pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Saat menjabat, Soekanto menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen). Dalam struktur kepangkatan Polri saat ini, pangkat Komjen setara dengan jenderal polisi bintang tiga.
Soekanto lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juni 1908. Sebelum Indonesia merdeka, ia telah meniti karier kepolisian sejak masa Hindia Belanda dengan pangkat Komisaris Kelas I.
Kariernya berlanjut pada masa pendudukan Jepang. Saat itu, ia menjabat sebagai Itto Keishi yang setara dengan Komisaris Kelas I.
Setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno secara resmi mengangkat Soekanto sebagai Kapolri pada 29 Desember 1945.
2. Jenderal Polisi Anton Soedjarwo (4 Desember 1982 - 6 Juni 1986)
Anton Soedjarwo lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 1930.
Ia menempuh pendidikan kepolisian di Sekolah Inspektur Polisi Sukabumi dan lulus pada 1954.
Karier pendidikannya berlanjut dengan mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Kepolisian (Seskoad) pada 1968.
Dalam perjalanan kariernya, Anton Soedjarwo pernah menjabat sebagai Komandan Brigade Mobil (Brimob) pada 1974.
Sejak 1975, ia dipercaya memimpin sejumlah wilayah kepolisian sebagai Kepala Daerah Kepolisian (Kadapol) atau Kapolda, di antaranya Kadapol XI Kalimantan Barat, Kadapol II Sumatera Utara, dan Kadapol VII Metro Jaya.
3. Jenderal Polisi Mochammad Sanoesi (7 Juni 1986-19 Februari 1991)
Mochammad Sanoesi lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 15 Februari 1935.
Pendidikan kepolisiannya ditempuh melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan VII.
Karier pendidikannya kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Sekolah Staf dan Komando Kepolisian (Seskopol) pada 1970.
Ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Gabungan ABRI (Seskogab) pada 1976.
Sepanjang kariernya di kepolisian, Sanoesi pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.
4. Jenderal Polisi Banurusman Astrosemitro (6 April 1993-14 Maret 1996)
Banurusman Astrosemitro lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 September 1941.
Riwayat pendidikannya ditempuh di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan IX/Rajawali pada 1970.
Pendidikan lanjutan dijalani di Sekolah Komando Kepolisian (Seskopol) pada 1976 dan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) pada 1988.
Sebelum dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolri, Banurusman memiliki pengalaman panjang di kepolisian.
Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada periode 1991–1992 lalu melanjutkan tugas sebagai Kapolda Metro Jaya pada 1992–1993.
5. Jenderal Polisi Da'i Bachtiar (29 November 2001-7 Juli 2005)
Da'i Bachtiar lahir di Indramayu, Jawa Barat pada 25 Januari 1950.
Pendidikan kepolisiannya ditempuh di Akademi Kepolisian dan diselesaikan pada 1972.
Dalam perjalanan kariernya, Da’i Bachtiar pernah mengemban jabatan sebagai Komandan Korps Reserse Mabes Polri pada Juni 1998 hingga Februari 2000.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolri, ia juga dipercaya memimpin Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN).
Selain berkiprah di institusi kepolisian, Da’i Bachtiar turut menjalankan tugas diplomatik.
Pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, ia diangkat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia.
6. Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (1 Oktober 2008-22 Oktober 2010)
Bambang Hendarso Danuri dilahirkan di Bogor, Jawa Barat, pada 10 Oktober 1952.
Pendidikan kepolisiannya ditempuh di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1974.
Dalam perjalanan kariernya, sebelum dipercaya menjabat sebagai Kapolri, ia terlebih dahulu mengemban tugas sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) di Markas Besar Polri.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang