Serapan di 2025 Belum Optimal, Purbaya Bakal Sisir Kembali Anggaran MBG 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya bakal menyisir ulang anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 yang sebesar Rp 335 triliun, dengan mengacu pada serapan anggaran yang terjadi di 2025 lalu.
Dia memproyeksi, sebagaimana serapan anggaran MBG di 2025, maka serapan di tahun ini diperkirakan hanya berkisar di angka Rp 200 triliun.
"Kalau kami hitung, paling Rp 200 triliun juga cukup mungkin. Tapi nanti kami lihat. Kami akan lihat yang inefisien saja," kata Purbaya, Selasa, 20 Januari 2026.
Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah evaluasi anggaran MBG 2026 ini diakui Purbaya adalah untuk memastikan penyerapannya bisa berjalan secara optimal.
Dia mencontohkan, pada anggaran MBG 2025 lalu, terdapat alokasi dana untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua guna mendukung implementasi program. Namun hingga akhir tahun anggaran, nyatanya masih ada kendaraan yang belum terdistribusi.
"Saya akan lihat, masih ada atau enggak (pos anggaran) itu. Lumayan kan bisa saya coret," ujarnya.
Diketahui, dalam laporan Kemenkeu di APBN KiTa edisi Januari 2026, serapan anggaran program MBG per 31 Desember 2025 mencapai sebesar Rp 51,5 triliun atau sekitar 72,5 persen dari pagu sebesar Rp 71 triliun.
Dimana, nilai manfaat yang langsung diterima oleh masyarakat sebesar Rp 43,3 triliun dan jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.
Sementara keterlibatan pelaku usaha dalam program MBG telah mencapai 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di seluruh Indonesia, dan berhasil menyerap 789.319 orang tenaga kerja.